Calon Manajer Kopdes Tak Lagi Latihan Militer, Qodari: Pemerintah Tidak Tutup Mata

3 menit membaca View : 5
Redaksi
Nasional, News - 07 Jul 2026

ASPIRATIF|JAKARTA – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI M Qodari menegaskan, pemerintah berkomitmen terus menyempurnakan program pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang akan menjadi manajer di Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Qodari menyampaikan, pemerintah telah mengevaluasi secara menyeluruh dan memutuskan untuk menyempurnakan konsep pelatihan ini, dari sebelumnya berbasis latihan dasar kemiliteran, kini diubah menjadi pelatihan bela negara dan manajerial.

“Pemerintah tidak menutup mata. Pemerintah menerima setiap saran dari masyarakat sebagai wujud kepedulian bersama,” kata Qodari, dalam keterangan Bakom, Senin (6/7/2026) malam.

Menurut Qodari, esensi penting seperti pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan rasa cinta Tanah Air, tetap dipertahankan.

Hanya saja, kata dia, metode pelaksanaannya disesuaikan agar lebih efektif dan ramah terhadap kondisi fisik serta mental para peserta.

Qodari mengklaim, langkah penyempurnaan ini diambil untuk memastikan program semakin tepat sasaran.

“Kami ingin mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya profesional dan berintegritas, tetapi juga siap menyongsong program-program prioritas pemerintah dengan penuh rasa percaya diri,” tutur dia.

Qodari mengatakan, pemerintah optimistis bahwa perubahan ini akan membawa angin segar. Dengan metode yang lebih humanis, Qodari yakin kepercayaan masyarakat akan semakin kuat.

“Kami akan melihat lahirnya generasi penggerak yang tidak hanya kompeten secara keilmuan, tetapi juga memiliki karakter yang tangguh dan semangat bela negara,” ujar Qodari.

Qodari menyebut, pemerintah berkomitmen penuh untuk terus mendampingi, melindungi, dan mengantarkan putra-putri terbaik bangsa menuju gerbang pengabdian yang sesungguhnya.

Dia meyakini para peserta SPPI adalah anak muda pilihan yang melangkah maju dengan satu niat mulia, yakni mengabdi kepada negara dan membangun masa depan yang lebih baik melalui Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.

Untuk itu, pemerintah menempatkan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan para peserta sebagai prioritas utama.

Qodari mengatakan, tidak ada satu pun tujuan program pemerintah yang lebih penting daripada memastikan para peserta dan kader bangsa dapat belajar dengan aman, nyaman, serta optimal.

Diketahui, program latihan dasar militer bagi calon manajer Kopdes Merah Putih dihapus setelah lima orang tewas.

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Marsekal TNI (HOR) Donny Ermawan Taufanto mengatakan, lima calon manajer Kopdes Merah Putih meninggal karena penyebab yang berbeda-beda.

Donny menyebut, salah satu penyebabnya adalah karena perubahan pola hidup, di mana mereka yang terbiasa dalam kehidupan sipil, tiba-tiba masuk ke barak yang memiliki level disiplin tinggi.

“Memang penyebabnya berbeda-beda. Tapi kalau bisa kita tarik kesimpulan, pertama adalah karena kelelahan. Kemudian juga perubahan pola hidup, yang tadinya mungkin kehidupan sipil, masuk kehidupan ya di barak dan sebagainya yang mana semuanya harus disiplin nah itu mungkin juga mengagetkan juga. Selain juga faktor cuaca juga itu yang pertama,” ujar Donny di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Lalu, Donny menyebut penyakit bawaan calon manajer Kopdes juga menjadi penyebab kematian.

Dalam proses seleksi, kata Donny, penyakit bawaan calon manajer Kopdes memang terdeteksi, tapi masih dalam batas aman.

Dengan demikian, Donny mengakui, tidak semua orang menjalani pendidikan calon manajer Kopdes dalam kondisi sehat.

“Nah ini yang menyebabkan beberapa dari mereka tidak semuanya, sebetulnya banyak juga yang kondisi kesehatannya tidak baik-baik semuanya, tapi hanya beberapa ini saja,” jelasnya.

“Karena mungkin ada kasus-kasus tertentu ya kejadian yang tadi itu mungkin cuaca dan sebagainya sehingga menyebabkan dari kondisi yang sudah terbatas tersebut, akhirnya yang bersangkutan meninggal dunia,” sambung Donny.

Sementara itu, Donny menyampaikan, tiga dari calon manajer Kopdes meninggal karena penyakit jantung, sedangkan dua lainnya karena paru-paru.

“Yang paru-paru semuanya ada di Jakarta, di Satdik di Halim, tapi yang lainnya yang di Baturaja, yang di Balikpapan dan yang di Singkawang itu terkait dengan penyakit jantung. Itu penyebab itu yang kami sampaikan kepada anggota Komisi I DPR,” imbuhnya.[]

Sumber: Kompas.Com

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *