Publik Menunggu Langkah Pemda Reformasi Darul Aitami dan MUQAS: Menyongsong Generasi Islami dan Masyarakat Madani

Redaksi
26 Okt 2025 11:49
News Opini 0 122
4 menit membaca

Oleh: Rusdi Kurnia, M.Pd (Ketua Umum DPD BKPRMI Aceh Selatan)

Di tengah hiruk pikuk pembangunan infrastruktur dan proyek-proyek fisik yang terus digencarkan, ada satu sektor yang sering kali terlupakan dalam prioritas kebijakan daerah, pembangunan manusia dan moralitas generasi muda. Padahal, tanpa manusia yang berkarakter, segala bangunan megah akan kehilangan makna.

Dalam konteks Aceh Selatan, dua lembaga yang seharusnya menjadi benteng moral sekaligus wadah pembentukan generasi Qur’ani, Darul Aitami dan Madrasah Ulumul Qur’an Aceh Selatan (MUQAS), kini tengah menunggu arah pembenahan yang lebih serius dari Pemerintah Daerah.

Dua Lembaga, Dua Napas Peradaban

Darul Aitami, sejak awal berdirinya, bukan sekadar lembaga pendidikan berbasis boarding scholl. Ia adalah rumah kasih, tempat anak-anak yatim dan generasi muda menemukan pelukan sosial dan pendidikan yang menuntun mereka menjadi insan beriman dan berdaya.

Namun, seiring waktu, gema idealisme itu mulai meredup. Tantangan manajemen, keterbatasan anggaran, hingga kurangnya inovasi dalam sistem pembinaan membuat lembaga ini berjalan di tempat.

Banyak masyarakat berharap Darul Aitami dapat kembali menjadi “madrasah kehidupan”, bukan sekadar tempat tinggal melanjutkan pendidikan, tapi lebih dari itu yakni mencetak generasi muda islami masa kini yang peka terhadap perubahan zaman.

Sementara itu, MUQAS, yang pernah dielu-elukan sebagai mercusuar penghafal Al-Qur’an kini juga menghadapi persoalan serupa. Lembaga ini dulunya menjadi kebanggaan Aceh Selatan karena mampu melahirkan para hafiz, pendidik, dan pemimpin muda berjiwa Qur’ani.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, bayang-bayang kepentingan birokrasi dan konflik internal sempat mengaburkan arah besar perjuangan itu. Di tengah dinamika tersebut, muncul kesadaran baru bahwa reformasi menyeluruh adalah keniscayaan.

Reformasi: Antara Harapan dan Kekhawatiran

Kata “reformasi” sering terdengar indah di telinga publik, tetapi di lapangan sering kali menjadi kata yang kosong tanpa arah. Reformasi yang sejati tidak berhenti pada pergantian struktur, nama jabatan, atau simbol-simbol administratif, melainkan menyentuh esensi lembaga: nilai, visi, dan etos kerja.

Pemda Aceh Selatan kini memegang peran sentral. Publik menunggu langkah konkret yang mampu memastikan bahwa reformasi Darul Aitami dan MUQAS bukan sekadar formalitas atau pencitraan politik.

Reformasi harus diarahkan pada pembenahan manajemen modern yang tetap berpijak pada nilai-nilai Islam, seperti transparansi, akuntabilitas, amanah, dan profesionalitas.

Langkah awal yang penting adalah audit moral dan struktural, sejauh mana lembaga-lembaga ini masih setia pada cita-cita pendirinya, dan sejauh mana potensi sumber dayanya dapat dimaksimalkan.

Peningkatan kualitas tenaga pendidik, perbaikan sistem pengasuhan, serta pembinaan spiritual yang menyentuh dimensi akhlak dan intelektual santri harus menjadi prioritas utama.

Kepemimpinan sebagai Kunci

Setiap reformasi membutuhkan nakhoda yang bukan hanya pandai berstrategi, tetapi juga memiliki integritas dan visi kenabian. Dalam Islam, kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan amanah yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.

Pemimpin Darul Aitami dan MUQAS idealnya bukan mereka yang sekadar “menguasai administrasi”, melainkan sosok yang hidup bersama santri, memahami denyut lembaga, dan mampu menjadi teladan dalam akhlak, kesederhanaan, serta keteguhan prinsip.

Ketika kepemimpinan terdegradasi menjadi urusan politik, maka lembaga pendidikan kehilangan ruhnya.

Karena itu, Pemda harus berani menjauhkan kepentingan pribadi atau kelompok dalam proses penataan kembali lembaga-lembaga keislaman ini.

Masyarakat Aceh Selatan tidak membutuhkan reformasi kosmetik; yang dibutuhkan adalah reformasi moral dan spiritual.

Membangun Generasi Islami, Menumbuhkan Masyarakat Madani

Darul Aitami dan MUQAS sejatinya adalah dua lembaga yang memiliki potensi besar untuk menjadi pusat lahirnya masyarakat madani, masyarakat yang berlandaskan nilai Islam, menghargai ilmu, menjunjung keadilan, dan menebar kasih sayang sosial.

Bayangkan bila Darul Aitami bukan hanya membina anak-anak dan anak-anak yatim yatimah untuk bertahan hidup, tetapi juga mempersiapkan mereka menjadi pemimpin masa depan yang berdaya saing dan berakhlak Qur’ani.

Bayangkan pula jika MUQAS mampu melahirkan hafiz yang tidak hanya fasih melantunkan ayat, tetapi juga cakap membaca realitas sosial dan menggerakkan perubahan. Itulah esensi pendidikan Islam. membentuk manusia yang mengenal Tuhan sekaligus memakmurkan bumi.

Untuk mencapai itu, sinergi harus dibangun antara Pemda, ulama, tokoh masyarakat, dan alumni lembaga. Pembinaan berkelanjutan, sistem beasiswa, kolaborasi dengan universitas Islam nasional, serta inovasi kurikulum berbasis riset dan teknologi, perlu dipertimbangkan sebagai bagian dari arah reformasi baru.

Akhirnya, Sebuah Harapan

Reformasi Darul Aitami dan MUQAS bukan sekadar agenda teknis, tetapi ujian moral bagi seluruh komponen daerah: sejauh mana kesungguhan kita menjaga warisan keislaman sekaligus menyiapkan generasi yang berdaya dalam dunia modern.

Publik menunggu dengan sabar sekaligus waspada, apakah reformasi ini benar-benar menghidupkan semangat pembaruan, atau justru mengulang kesalahan masa lalu dengan wajah yang berbeda.

Aceh Selatan memiliki sejarah panjang dalam tradisi keislaman dan pendidikan. Bila reformasi ini dijalankan dengan hati yang bersih dan visi yang jelas, maka kelak Darul Aitami dan MUQAS akan kembali bersinar sebagai mercusuar moral dan spiritual, tempat lahirnya generasi Qur’ani yang tidak hanya hafal ayat, tetapi juga menegakkan nilai-nilainya di tengah masyarakat.

Reformasi bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju cita-cita besar: terwujudnya masyarakat madani yang berakar pada nilai Islam dan berbuah pada kemaslahatan umat.[]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga
x
x