Dollar AS Nyaris Sentuh Rp 18.000, Masyarakat Mulai Cairkan USD di Money Changer 

3 menit membaca View : 93
Redaksi
Nasional, News - 30 Mei 2026

ASPIRATIF|JAKARTA – Sejumlah money changer di Jakarta mulai ramai dikunjungi oleh masyarakat yang ingin menjual dollar Amerika Serikat (AS) pada pekan ini, seiring dengan penguatan dollar AS terhadap rupiah.

Mengutip pemberitaan sebelumnya, pada penutupan perdagangan Senin (25/5/2026) rupiah ditutup di level Rp 17.744 per dollar AS dan pada Jumat (29/5/2026) rupiah ditutup di level Rp 17.880 per dollar AS. Rupiah melemah 136 poin dalam sepekan ini.

Staf PT Daffa Indo Valuta Aris mengatakan, kenaikan kurs dollar AS dalam beberapa hari terakhir mendorong peningkatan transaksi penjualan valas oleh masyarakat.

BI Ungkap Penyebab Rupiah Melemah

Saat Libur Idul Adha Pada Jumat kurs beli dollar AS di money changer Daffa Indo Valuta berada di level Rp 17.820 per dollar AS, sementara kurs jual mencapai Rp 17.950 per dollar AS.

“Untuk minggu terakhir trafiknya menanjak ya karena kan dollarnya naik. Jadi untuk orang-orang yang jual jadi semakin banyak,” ujar Aris kepada Kompas.com, Jumat (29/5/2026).

Aris mengungkapkan, mayoritas transaksi yang terjadi saat ini berasal dari masyarakat yang menjual dollar AS untuk memperoleh keuntungan dari kenaikan kurs maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Nasabah yang membeli dollar AS juga tercatat meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Aris bilang, pembelian dollar AS lebih banyak dilatarbelakangi untuk spekulasi alias menyimpan valuta asing (valas) untuk mencari keuntungan dari pelemahan rupiah.

“Spekulasi banyaknya. Karena kan mungkin ada orang yang investasi jangka pendek. Ini dollar lagi trennya naik, ya sudah coba beli spend uang di dollar. Karena kan tidak butuh waktu lama ya. Kalau andai kata naik 100 poin saja dalam satu bulan ini, untungnya sudah banyak,” ucapnya.

Bahkan Aris melihat sebagian orang masih menahan kepemilikan dollar AS karena memperkirakan rupiah bakal melemah ke level Rp 18.000 per dollar AS.

“Ada beberapa orang juga yang memang menginvestasikan hartanya dalam bentuk dollar, itu masih menahan, karena mungkin ada kesempatan untuk kembali naik. Jadi ada orang yang saya tahan dulu saja dollarnya saya tunggu sampai Rp 18.000. Ada saja beberapa orang yang seperti itu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Dolarindo Samanhudi, Lucky, juga mengungkapkan tren serupa. Dia menyebut aktivitas penjualan dollar AS oleh nasabah meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

 “Tren penukaran dollar AS sangat tinggi untuk terkait penjualan,” kata Lucky kepada Kompas.com, Jumat.

Menurutnya, penguatan dollar AS terhadap rupiah mendorong sebagian masyarakat untuk merealisasikan keuntungan dari simpanan valas yang dimiliki pada pekan ini.

Namun, masih banyak pula nasabah yang memilih menunggu menjual dollar AS karena yakin kurs dollar AS masih berpotensi naik.

“Jadi walaupun hari ini naik, tapi mereka masih berasumsi dollar AS tembus di angka Rp 17.900 sekian pada saat mereka dari dollar ke rupiah. Jadi masih banyak berspekulasi terkait kenaikan kurs dollar terhadap rupiah,” kata Lucky.

Kendati demikian, meski banyak yang membeli dollar AS untuk spekulasi, namun masih dalam batas yang wajar. Sebab, ruang untuk membeli dollar dalam jumlah besar di money changer juga dibatasi oleh ketentuan yang berlaku.

Saat ini, transaksi pembelian valuta asing di money changer dibatasi maksimal 25.000 dollar AS per orang.

“Kalau untuk investasi, menurut saya tidak begitu besar. Karena ada batas threshold yang diberlakukan. Di money changer aturannya 25.000 dollar AS per orang, jadi mereka juga tidak mungkin langsung beli dalam jumlah besar,” tuturnya.

Adapun pada Jumat kemarin kurs beli dollar AS di money changer Dolarindo berada di level Rp 17.850 per dollar AS, sementara kurs jual mencapai Rp 17.935 per dollar AS.[]

Sumber : Kompas.Com

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *