
ASPIRATIF.ID |ACEH SELATAN – Salah satu pemuda asal Kluet Timur, Zardan Salihin, menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat suku Kluet untuk bahu-membahu mempertahankan bahasa yang di wariskan leluhur mereka, Bahasa Kluet.
Pasalnya,seruan ini muncul sebagai respons atas kekhawatiran akan memudarnya penggunaan bahasa daerah tersebut di kalangan generasi muda, yang ditandai dengan semakin jarangnya orang tua mengajarkan bahasa suku kepada anak-anak mereka.
Zardan menyampaikan keprihatinannya aman kondisi bahasa kluet. Menurutnya, peran keluarga sebagai benteng utama pewarisan bahasa kini mulai luntur.
“Bahasa bukan sekadar alat bicara, tapi identitas kita sebagai masyarakat suku Kluet. Jika orang tua tidak lagi membiasakan bahasa ini di rumah, kepada siapa lagi kita mewariskannya,” ujar Zardan Sabtu 04 Juli 2026.

Kekhawatiran Zardan bukan tanpa alasan,sebab bahasa Kluet, yang termasuk dalam rumpun Batak dan menjadi salah satu Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia , menghadapi tantangan serius dari arus globalisasi dan dominasi bahasa Indonesia di ruang publik dan pendidikan .
Penelitian menunjukkan bahwa meskipun sikap masyarakat terhadap bahasa daerah masih positif, pewarisan bahasa secara aktif di lingkungan keluarga mulai menurun .
Lebih lanjut, Zardan mengajak semua pihak, mulai dari tokoh adat, pemerintah, hingga generasi muda, untuk mengambil langkah nyata.
Beberapa gagasan yang dinilai dapat diimplementasikan adalah menghidupkan kembali penggunaan bahasa Kluet dalam percakapan sehari-hari di rumah, serta mendukung pengintegrasian bahasa Kluet sebagai muatan lokal di sekolah .
“Kalau bukan kita yang menjaga bahasa Kluet, siapa lagi, Ini tanggung jawab kita bersama untuk memastikan bahasa ini tetap hidup hingga ke generasi selanjutnya,” pungkas Zardan, mengajak seluruh lapisan masyarakat suku Kluet untuk bangga dan berperan aktif dalam pelestarian bahasa leluhur mereka .[Rama]

Tidak ada komentar