
ASPIRATIF – Sore itu, suasana Studio Pro 2 Radio Republik Indonesia (RRI) Banda Aceh terasa hangat, Kamis 20 Agustus 2026.
Dalam program CCK (Cek Cerita Kamu) yang dipandu Meikel, seorang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (USK), Ari Maulana, duduk di hadapan mikrofon.
Bukan sekadar berbagi cerita, ia membawa sebulan penuh pengalaman, pembelajaran, dan pengabdian yang dijalani bersama masyarakat Gampong Cut Langien.
Mengangkat tema “Belajar, Berkarya, dan Mengabdi Bersama Masyarakat di Gampong Cut Langien”, Ari mengajak para pendengar menyelami bagaimana Kuliah Kerja Nyata (KKN) bukan hanya menjadi kewajiban akademik, tetapi juga perjalanan yang membentuk karakter dan kepedulian sosial.

Sebagai Ketua Kelompok 11 KKN USK, Ari mengaku setiap hari di Gampong Cut Langien menghadirkan pengalaman yang berbeda. Ia dan rekan-rekannya datang membawa program kerja, namun pulang dengan pelajaran hidup yang jauh lebih besar.
Selama satu bulan mengabdi di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan, Dr. Muhammad Sayuthi, S.P., M.P., kelompok tersebut menghadirkan beragam kegiatan yang disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat.
Mulai dari edukasi anti-bullying, Poster Anak Sadar Hukum, program Desa Aman, pemeriksaan tekanan darah gratis, pembagian Tas Siaga Bencana, penyusunan profil desa, hingga berbagai kegiatan keagamaan dan pembinaan karakter anak melalui lomba azan, hafalan Juz 30, serta fashion show busana muslim bagi siswa TK dan SD.
Bagi Ari, keberhasilan seluruh program itu tidak lepas dari keterbukaan masyarakat dan dukungan penuh aparatur gampong.
“Alhamdulillah, KKN kami berjalan lancar selama satu bulan penuh. Semua program kerja mendapat dukungan dari aparatur desa dan masyarakat. Selama berada di Gampong Cut Langien kami tidak hanya menjalankan program, tetapi juga belajar banyak tentang kehidupan, gotong royong, serta nilai-nilai kebersamaan dari masyarakat. Pengalaman ini menjadi bekal yang sangat berharga bagi kami sebagai mahasiswa,” ungkap Ari.
Tak hanya aktif di lapangan, Kelompok 11 juga menaruh perhatian besar pada dokumentasi dan publikasi. Hampir setiap kegiatan diabadikan dan dipublikasikan melalui berbagai media. Hasilnya, sekitar 180 artikel pemberitaan berhasil diterbitkan selama pelaksanaan KKN.
Bagi Ari, publikasi bukan sekadar mencatat aktivitas, tetapi menjadi cara untuk menyebarkan inspirasi agar semangat pengabdian mahasiswa dapat dikenal lebih luas.
“Alhamdulillah, kami juga bersyukur karena seluruh kegiatan dapat terdokumentasi dengan baik melalui sekitar 180 publikasi di berbagai media. Harapannya, dokumentasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan memberikan manfaat kepada masyarakat,” katanya.
Dedikasi tersebut mendapat apresiasi langsung dari dosen pembimbing lapangan, Dr. Muhammad Sayuthi, S.P., M.P. Menurutnya, KKN merupakan ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu sekaligus belajar langsung dari kehidupan masyarakat.
Ia mengaku terkesan dengan semangat Kelompok 11 yang dinilai tidak hanya bekerja maksimal di lapangan, tetapi juga berhasil mendokumentasikan setiap proses pengabdian secara konsisten.
“Saya sangat bangga kepada Kelompok 11, terutama Ari Maulana sebagai ketua kelompok. Selama menjadi dosen pembimbing lapangan, saya belum pernah mendampingi kelompok dengan publikasi sebanyak ini, mencapai sekitar 180 artikel. Hampir setiap hari telepon genggam saya dipenuhi pemberitaan kegiatan mereka. Ini menunjukkan semangat kerja yang luar biasa dan menurut saya layak mendapatkan apresiasi dari universitas,” ujar Muhammad Sayuthi.
Selama satu jam siaran, dialog berlangsung santai dan penuh keakraban. Ari menceritakan bagaimana masyarakat Gampong Cut Langien menerima mahasiswa seperti keluarga sendiri.
Kehangatan, gotong royong, dan kebersamaan yang ia rasakan menjadi kenangan yang akan terus melekat bahkan setelah masa KKN berakhir.
Di penghujung acara, Ari menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh anggota Kelompok 11 KKN USK, Dr. Muhammad Sayuthi selaku dosen pembimbing lapangan, aparatur dan masyarakat Gampong Cut Langien, serta seluruh media yang telah mendukung publikasi berbagai kegiatan mereka.
Bagi Ari, KKN bukan sekadar tentang menyelesaikan program kerja. Lebih dari itu, pengalaman tersebut mengajarkan bahwa ilmu pengetahuan akan memiliki makna ketika mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui kesempatan berbagi cerita di RRI Banda Aceh, ia berharap semakin banyak mahasiswa yang terdorong untuk terus belajar, berkarya, dan mengabdi, sehingga perguruan tinggi tidak hanya melahirkan lulusan yang cerdas, tetapi juga generasi yang peduli dan hadir memberikan solusi bagi masyarakat.[]

Tidak ada komentar