Muslim Ayub antar Bantuan ke Dua Desa Terisolasi di Aceh Singkil

Admin
3 Des 2025 09:38
Daerah News 0 66
3 menit membaca

ASPIRATIF.ID — Akses terputus, malam gelap, tak menghalangi langkah Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, Muslim Ayub, untuk menjangkau warga terdampak banjir di dua desa terisolasi yaitu Kampung Rantau Gedang dan Kampung Teluk Rumbia, Kecamatan Singkil, Selasa (2/12/2025) malam.

Dengan menumpang perahu bermesin Robin , anggota DPR RI Asal Aceh itu menembus banjir selama hampir tiga jam perjalanan air demi memastikan bantuan logistik tiba langsung ke tangan masyarakat. Ia didampingi Anggota DPRK Aceh Singkil Dr. Dasra, pengurus DPD NasDem Aceh Singkil, Kapolsek Singkil Ahlirullah, serta Keuchik Teluk Rumbia, Fachrul Razi.

Banjir yang melanda Aceh Singkil sejak beberapa hari terakhir telah memutus akses darat di sejumlah wilayah, termasuk Rantau Gedang dan Teluk Rumbia. Jalan utama tertutup air, memaksa warga menggunakan perahu untuk menuju pusat kota. Namun tidak semua warga bisa melakukannya karena ketersediaan perahu sangat terbatas.

Aktivitas masyarakat terganggu total, anak-anak sulit berangkat sekolah, sebagian warga terpaksa bertahan di rumah, dan roda ekonomi tersendat. Kerugian akibat kerusakan fasilitas publik dan pemukiman diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Kedatangan Muslim Ayub ke Singkil merupakan rangkaian hari keempat perjalanan kemanusiaannya menyalurkan bantuan di daerah terdampak banjir di Aceh.

“Mulai dari Aceh Jaya, Meulaboh, Nagan Raya, Abdya, Aceh Selatan, dan hari ini sampai ke Singkil,” ujarnya saat tiba di lokasi.

Meski perjalanan malam hari sangat berisiko, ia bersyukur cuaca cukup mendukung.

” Perjalanan sekitar satu jam setengah dengan sampan. Akses darat tak bisa dilalui, jadi kami harus naik perahu,” jelasnya.

Bantuan yang ia bawa berasal dari DPP Partai NasDem dan Fraksi NasDem DPR RI atas perintah langsung Surya Paloh untuk membantu masyarakat korban banjir di Aceh.

“Ini amanah dari Pak Surya Paloh untuk meringankan beban masyarakat. Nilainya mungkin tidak besar, tapi ini bentuk komitmen kami untuk hadir langsung,” ujar Muslim Ayub.

Dalam kesempatan itu, Muslim Ayub menyoroti akar masalah banjir di Aceh Singkil yang menurutnya bersumber dari hulu, yakni wilayah Aceh Tenggara.

“Banjir di Aceh Tenggara, berselang dua hari sampai ke Singkil. Kalau lae Mate atau lae Soraya dibendung dengan kapasitas maksimal, saya yakin banjir langganan ini bisa diatasi,” tegasnya.

Ia memperkirakan pembangunan bendungan tersebut membutuhkan anggaran mencapai sekitar Rp.1 triliun, namun menurutnya hal itu sepadan jika dibandingkan kerugian banjir tahunan yang mencapai nilai serupa.

Muslim menyebut bahwa usulan pembendungan ini juga telah disampaikan Bupati Aceh Tenggara kepada Presiden.

Usai menyerahkan bantuan di dua desa terisolasi itu, Muslim Ayub dan tim langsung kembali menuju Singkil pada malam yang sama.

Pagi ini, ia dijadwalkan melanjutkan misi kemanusiaan berikutnya ke Kota Subulussalam dan Aceh Tenggara.[]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga
x
x