Akhir Pilu Arsenal di Liga Champions: Tak Terkalahkan tapi Gagal Juara 

3 menit membaca View : 1
Redaksi
News, Olahraga - 31 Mei 2026

ASPIRATIF – Arsenal gagal menjadi juara Liga Champions 2025-2026 usai dibekuk PSG via adu penalti. Sampai final, Arsenal tak pernah merasakan kekalahan dalam 90 menit.

Perjalanan Arsenal di Liga Champions 2025-2026 berujung dengan pilu. Tim beralias The Gunners gagal membawa pulang trofi juara ke London Utara.

Arsenal asuhan Mikel Arteta harus mengakui keunggulan raksasa Perancis, Paris Saint-Germain (PSG).

Cuma, selama 90 menit, laga final Liga Champions 2025-2026 PSG vs Arsenal di Puskas Arena, Budapest, Hongaria, Sabtu (30/5/2026) sejatinya berujung dengan skor sama kuat 1-1.

Arsenal membuka asa juara berkat gol kilat Kai Havertz (6′). Sang penyerang asal Jermang melepas sepakan keras dengan kaki kiri dari sudut sempit.

Butuh lebih dari satu jam bagi PSG untuk menemukan gol balasan. Tim beralias Les Rouge et Bleu (Si Merah-Biru) menyamakan kedudukan melalui sepakan Ousmane Dembele (65′) dari titik putih.

Penalti diberikan wasit Daniel Siebert setelah Khvicha Kvaratskhelia dilanggar di dalam kotak 16 meter oleh Cristhian Mosquera, menyusul sebuah kombinasi operan dengan Dembele.

Skor sama kuat bertahan sampai 90 menit berakhir. Karena itu, laga pun harus dilanjutkan ke babak extra time.

Nah, Andai hanya menghitung hasil selama 90 menit, Arsenal musim ini tak terkalahkan di Liga Champions 2025-2026.

Arsenal asuhan Mikel Arteta juga menapak ke final Liga Champions 2025-2026 dengan catatan mantap.

Arsenal Tak Pernah Kalah di 90 Menit Laga

The Gunners menutup League Phase dengan sempurna berkat catatan selalu menang dalam delapan pertandingan.Pasukan Arteta pun lolos ke 16 besar sebagai pemuncak klasemen League Phase.

Setelah melaju ke fase gugur, berturut-turut Arsenal menyingkirkan Bayer Leverkusen (16 besar/agregat 3-1), Sporting CP (perempat final/1-0), dan Atletico Madrid (semifinal/2-1).

Dalam perjalanan ke final Liga Champions 2025-2026, Arsenal sama sekali belum tersentuh kekalahan. Rinciannya, dalam 14 pertandingan, Arsenal menuai 11 kemenangan dan tiga hasil imbang.

Catatan tanpa kalah selama 90 menit berlaga itu mereka pertahankan sampai partai final Liga Champions.

Skor sama kuat 1-1 terjaga sampai partai final Liga Champions 2025-2026 PSG vs Arsenal menuntaskan dua kali babak tambahan waktu.

Mau tak mau, juara Liga Champions musim ini mesti ditentukan via adu penalti.

“Sangat sulit ketika Anda begitu konsisten dalam kompetisi hingga final, dan pada akhirnya Anda kehilangan trofi karena tendangan penalti. Itu sulit,” ujar pelatih Arsenal, Mikel Arteta dilansir dari TNT Sports.

Kekalahan menyesakkan dialami Arsenal di babak adu penalti melawan PSG. Arteta menyaksikan dua eksekutornya, yakni Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes gagal menuntaskan tugas.

Sementara, dari kubu PSG hanya Nuno Mendes yang tak bisa mengoversi tembakan penalti menjadi gol.

PSG berhasil memenangi adu penalti dengan skor 4-3 dan berhak menjuarai Liga Champions 2025-2026.

“Sakit. Ketika Anda begitu dekat dalam sebuah kompetisi, beberapa tendangan penalti di kompetisi antarklub terbesar di dunia, maka itulah yang seharusnya kami rasakan.Kami harus merubah rasa sakit ini menjadi bahan bakar ,” tutur Mikel Arteta.

Arsenal pun masih menyimpan rasa penasaran mereka terhadap gelar juara Champions.1

Paris dan Asa Juara Arsenal yang Pupus

Sepanjang sejarah, Arsenal belum pernah mengangkat tropi Liga Champions.Dua kali mereka sangat dekat dengan gelar juara,yakni di edisi 2025 dan 2026 ini.

Namun, sepasang partisipasi Arsenal di partai puncak itu sama-sama berujung dengan kekalahan.

Jika pada 2006 Arsenal dikalahkan Barcelona 1-2 dalam final di Paris,kini Arsenal takluk oleh club jagoan Kota Mode.

“Saya sangat bangga pada mereka.Mereka memberi kami begitu banyak kegembiraan.Merupakan suatu kehormatan untuk mengelola kelompok pemain ini,tim inia,” ucap Arteta.

“Ini baru kedua kalinya dalam sejarah kamj bermain melakukannya (bermain di final Liga Champions).Jadi kami perlu mengakui musim yang telah kami lalui.Tetapi saat ini,tidak ada yang akan menghilangkan rasa sakit ini,” tutur sang pelatih asal Spanyol itu menjelaskan kekecewaan timnya.[]

Sumber : Kompas.Com

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *