Konsorsium Hutan dan Sungai Dukung Penuh HRD Selamatkan Hutan Aceh

Redaksi
14 Apr 2026 19:44
Daerah News 0 11
2 menit membaca

ASPIRATIF.ID — Direktur Konsorsium Hutan dan Sungai (KHAS) Aceh, Khairul Abrar IH, menyatakan apresiasi sekaligus dukungan penuh terhadap langkah anggota DPR RI, Haji Ruslan Daud, dalam mendorong upaya penyelamatan hutan di Aceh.

Pernyataan itu disampaikan Khairul Abrar IH kepada awak media saat menghadiri Sidang Pleno II Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Aceh Meureudu difasilitasi Balai Wilayah Sungai Sumatera I yang berlangsung pada 14 April 2026 di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh.

Menurut Khairul, seruan yang disampaikan HRD, sapaan akrab Haji Ruslan Daud, merupakan peringatan serius bagi semua pihak agar tidak lagi abai terhadap kondisi hutan Aceh yang kian mengkhawatirkan.

Sehari sebelumnya, dalam pemberitaan media, HRD mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan guna mencegah bencana berulang seperti banjir dan tanah longsor.

Ia menilai, bencana besar yang terjadi pada November 2025 menjadi bukti nyata dampak kerusakan lingkungan. Musibah tersebut tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga menyebabkan kerugian material serta kerusakan infrastruktur di 18 kabupaten/kota di Aceh.

“Ini bukan sekadar bencana alam, tetapi juga akibat dari kelalaian dalam menjaga hutan. Penebangan liar dan alih fungsi hutan menjadi perkebunan, khususnya kelapa sawit, menjadi faktor utama yang memperparah kondisi,” tegas Khairul.

KHAS Aceh juga mengingatkan para kepala daerah, mulai dari gubernur hingga bupati dan wali kota, agar tidak mudah mengeluarkan rekomendasi izin bagi aktivitas pertambangan maupun perkebunan. Kebijakan yang tidak terkontrol dinilai berkontribusi besar terhadap kerusakan hutan yang kini sudah berada pada titik kritis.

Khairul menegaskan, jika tidak ada langkah tegas dan terukur, maka Aceh akan terus menghadapi ancaman bencana ekologis yang berulang.

Oleh karena itu, ia mendorong adanya komitmen bersama antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat untuk menghentikan eksploitasi hutan secara berlebihan.

“Momentum ini harus menjadi titik balik. Penyelamatan hutan Aceh tidak bisa ditunda lagi,” pungkasnya.[]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga
x
x