Foto : Ketua Komisi II DPRK Aceh Selatan Surya Asmadi,SEASPIRATIF|ACEH SELATAN – Ketua Komisi II DPRK Aceh Selatan Surya Asmadi,SE meminta pemerintah Aceh melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) agar segera melakukan normalisasi dalam upaya penanganan pendangkalan muara Pelabuhan Perikanan Gunung Cut Kecamatan Samadua.
Kata Surya,pihaknya menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi pendangkalan muara Pelabuhan Perikanan Gunung Cut, Kecamatan Samadua, yang dinilai telah mengancam keselamatan nelayan sekaligus menghambat aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
Menurut politisi Partai Nasdem itu , laporan dan keluhan yang disampaikan nelayan harus segera ditindaklanjuti oleh pemerintah, mengingat muara tersebut merupakan jalur utama keluar masuk armada penangkapan ikan bagi nelayan di wilayah Samadua.
“Persoalan dangkalnya muara Pelabuhan Gunung Cut tidak boleh dipandang sebagai persoalan biasa. Ini menyangkut keselamatan jiwa nelayan dan keberlangsungan mata pencaharian masyarakat pesisir. Pemerintah harus hadir memberikan solusi nyata,” katanya,Selasa 30 Juni 2026.

Lebih lanjut Surya menyebutkan,sebagai Ketua Komisi II DPRK Aceh Selatan yang membidangi sektor kelautan, perikanan, pertanian, perkebunan dan menjadi mitra kerja Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP),pihaknya mendesak Pemerintah Aceh melalui DKP Aceh agar segera merealisasikan pengerukan dan normalisasi alur pelayaran di Pelabuhan Gunung Cut
“Kami mendesak Pemerintah Aceh melalui Dinas Kelautan dan Perikanan segera melakukan pengerukan dan normalisasi jalur keluar masuk kapal nelayan, sehingga aktivitas nelayan dapat berlangsung dengan aman tanpa hambatan,” ujarnya.
Selain itu, Surya menilai.infrastruktur pelabuhan merupakan faktor penting dalam mendukung produktivitas sektor perikanan. Apabila kondisi muara terus dibiarkan dangkal, risiko kecelakaan laut akan semakin tinggi, kerusakan armada nelayan akan terus terjadi, dan pada akhirnya berdampak terhadap pendapatan masyarakat pesisir.
Begitupun,lanjut Surya,Komisi II DPRK Aceh Selatan akan menjalankan fungsi pengawasan dengan mendorong koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dan Pemerintah Aceh agar penanganan pendangkalan muara menjadi salah satu prioritas pembangunan sektor kelautan.
“Kami akan mengawal persoalan ini hingga ada langkah nyata. Jangan sampai nelayan terus dipaksa mempertaruhkan nyawa hanya untuk mencari nafkah. Keselamatan nelayan adalah tanggung jawab bersama,”katanya.
Surya menambahkan, dia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi dalam membangun infrastruktur perikanan yang lebih baik.
Menurutnya, Aceh Selatan memiliki potensi perikanan yang besar sehingga perlu didukung dengan pelabuhan yang aman, representatif, dan mampu meningkatkan daya saing sektor kelautan.
“Jika infrastruktur pelabuhan dibenahi, bukan hanya keselamatan nelayan yang terjamin, tetapi juga akan mendorong peningkatan hasil tangkapan, pertumbuhan ekonomi pesisir, dan pada akhirnya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tutupnya.[]

Tidak ada komentar