Gacor! 5 Guru Al Zahrah Borong Medali di Olimpiade Sains Indonesia

Redaksi
25 Apr 2026 21:06
Daerah News 0 17
3 menit membaca

ASPIRATIF.ID — Siapa bilang juara hanya untuk santri? Lima guru Pesantren Modern Al Zahrah membuktikan bahwa mereka juga bisa jadi juara! Ikhwan Ramadhani, Nurmalia Jafar, Rauzatul Jannah, Fitri Gustika, dan Zuhera baru saja mengukir prestasi gemilang di Madrasah Science Competition 2026 yang diselenggarakan oleh Pusat Olimpiade Sains Indonesia pada 19 April 2026.

Dalam ajang yang diikuti sekitar 20 peserta ini, mereka harus menyelesaikan 50 butir soal pilihan ganda dalam waktu 75 menit melalui online. Tapi, tidak ada kata tidak mungkin bagi mereka!

Ikhwan Ramadhani, salah satu guru jenjang Aliyah yang meraih medali perak kategori PAI, berbagi kebahagiaannya.

Ikhwan mengaku, kegiatan tersebut menjadi salah satu ajang bagi dirinya untuk mengukur kemampuan dalam literasi Pendidikan Agama Islam.

Tidak hanya Ikhwan, Nurmalia Jafar juga membawa pulang medali perunggu mapel Fisika, sementara Rauzatul Jannah meraih medali perunggu mapel IPA terintegrasi. Fitri Gustika dan Zuhera juga tidak mau kalah, masing-masing meraih medali perak dan perunggu mapel IPS terintegrasi.

Inovasi Pembelajaran

Sementara itu, Nuramalia, mengaku telah mengikuti lomba beberapa kali, namun yang menang baru saat ini. Ia menyatakan motivasinya mengikuti lomba bukan semata untuk meraih juara, tetapi sebagai sarana untuk mengembangkan diri dan meningkatkan kualitas dalam mengajar.

“Melalui mengikuti ajang kompetisi dapat belajar hal baru, berbagi pengalaman, serta mendapatkan inspirasi, Selain itu, lomba juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran. Yang terpenting, guru bisa terus bertumbuh dan memberikan yang terbaik bagi siswa,” ungkapnya.

Tatkala disinggung mengapa guru masih mengikuti lomba, ia menanggapinya dengan penuh optimisme. Sebagai guru, ia bisa melihat lomba sebagai bagian dari proses belajar sepanjang hayat.

“Profesi guru itu tidak berhenti berkembang, jadi wajar kalau masih terus mencoba hal baru, termasuk ikut lomba. Justru itu menunjukkan semangat untuk meningkatkan kualitas diri,” katanya penuh semangat.

Amal Jariah

Hal serupa juga dinyatakan oleh Zuhera. Guru Tsanawiyah itu meyakini Ikut lomba bukan karena belum cukup, tapi karena ingin terus belajar dan berkembang. Supaya bisa memberikan yang lebih baik untuk siswa.

Menjadi guru bagi santri adalah tugas yang mulia. Setiap ilmu yang diajarkan bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menjadi amal jariyah yang terus mengalir.

Mungkin lelah terasa, mungkin hasil belum langsung terlihat, tetapi setiap kesabaran dan keikhlasan akan berbuah kebaikan.

“Teruslah mengajar dengan hati, karena dari tangan para guru lahir generasi yang berakhlak dan berilmu. Apa yang ditanam hari ini, insyaAllah akan menjadi cahaya di masa depan,” pesannya.

Pimpinan pesantren Al Zahrah mengaku bangga dan berterima kasih kepada dewan guru yang telah mengharumkan nama lembaga.

“Prestasi ini membuktikan bahwa guru-guru Al Zahrah tidak hanya berdedikasi dalam mengajar, tapi juga memiliki kemampuan luar biasa dalam bidang sains dan akademik. Congrats, guru-guru hebat!” tutupnya.[]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga
x
x