Anggota DPRK Aceh Selatan Dr (c) Ir.Alja Yusnadi, S.TP, M.SiASPIRATIF|TAPAKTUAN – Anggota DPRK Aceh Selatan Selatan Ir.Alja Yusnadi,S.TP, M.Si meminta dinas terkait agar fokus pada rehabilitasi Irigasi Gunung Pudung Kecamatan Kluet Utara Kabupaten Aceh Selatan.

Hal tersebut disampaikan sekretaris Komisi II DPRK Aceh Selatan itu menyikapi kondisi terkini yang terjadi pada saluran irigasi yang menjadi urat nadi pertanian di wilayah Kluet Raya, khususnya Kecamatan Kluet Utara.
“Kita minta dinas terkait agar segera bertindak dan mengambil langkah cepat dalam upaya penanggulangan saluran irigasi Gunung Pudung,” kata Alja Yusnadi, Kamis 28 Mei 2026.
Menurut ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Aceh Selatan itu, persoalan Irigasi Gunung Pudung merupakan masalah klasik yang hingga saat ini belum ada penyelesaian yang pasti.

Itu sebab,para petani yang berada di wilayah Kluet Raya sangat berharap agar pemerintah daerah segera melakukan rehabilitasi terhadap irigasi tersebut.
“Hal ini tidak bisa dibiarkan terus berlanjut, petani bisa rugi dan program ketahanan pangan dan Basaga bisa terancam gagal terlaksana,” ujarnya.
Lebih lanjut, politisi Partai Gerindra itu berharap agar pemerintah Aceh segera melakukan langkah preventif dalam upaya melakukan rehabilitasi saluran irigasi Gunung Pudung agar masyarakat dapat turun ke sawah tampa ada kendala apapun.
“Kita berharap Pemerintah Aceh dalam hal ini Dinas Pengairan agar segera turun ke lokasi dan melakukan upaya penanggulangan,” tutup Alja Yusnadi.

Foto : Kondisi Saluran Irigasi Gunung Pudung Kecamatan Kluet Utara
Sebelumnya diberitakan di salah satu media,ratusan petani di wilayah Kluet Raya, Kabupaten Aceh Selatan, kini berada dalam kondisi kritis dan dibayangi ancaman gagal tanam massal yang diperkirakan mencapai 90 persen.
Hal ini memicu gelombang kekecewaan mendalam terhadap Dinas Pengairan Aceh yang dinilai menutup mata dan tidak peduli terhadap nasib sektor pertanian di daerah tersebut.
Kondisi infrastruktur irigasi pada free intake Gunung Pudung yang tidak pernah diperbaiki secara menyeluruh menjadi akar masalah utama.
Ironisnya, persoalan klasik ini terus berulang setiap kali musim tanam tiba, tanpa adanya solusi konkret dari pemerintah provinsi.
Puncak kekesalan warga memuncak saat sejumlah perwakilan petani mendatangi langsung Kantor Pengairan Ranting Kluet yang berlokasi di Desa Simpang Empat, Kecamatan Kluet Utara.
Kedatangan massa tersebut bertujuan untuk menuntut tanggung jawab dan kejelasan dari para petugas pengairan setempat yang dinilai lepas tangan terhadap macetnya distribusi air ke sawah-sawah warga.
“Kami sudah putus asa dan kewalahan, karena keluhan yang kami sampaikan dari tahun ke tahun hanya itu-itu saja. Sampai saat ini, sama sekali tidak ada perhatian serius dari Pemerintah Aceh. Apakah kami sebagai petani di Aceh Selatan, khususnya Kluet Raya, sudah tidak dianggap lagi?” ujar salah seorang petani dengan nada kecewa, Kamis (28/5/2026).
Selain itu,sengkarut masalah irigasi ini dinilai sangat kontradiktif dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto yang gencar mengampanyekan program ketahanan pangan nasional.
Di tingkat daerah misalnya, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan saat ini memiliki program unggulan BASAGA (Bajak Sawah Gratis). Namun, masyarakat pesimis program tersebut akan berdampak nyata.
“Program BASAGA terancam gagal total di wilayah kami. Bagaimana mau bajak sawah dengan optimal jika sistem pengairan di free intake Gunung Pudung tidak normal? Air adalah urat nadi sawah,” cetus warga lainnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, gaji para pekerja dan petugas pengairan di lapangan belum dibayarkan hingga saat ini.
Krisis manajemen ini memantik pertanyaan miris dari warga: “Apakah ini yang dinamakan penjajahan di tanah sendiri?”
Jeritan hati para petani di Kluet Raya ini menjadi potret pilu di tengah ambisi swasembada pangan. Melalui momentum ini, masyarakat mendesak keras agar Dinas Pengairan Provinsi Aceh segera turun ke lapangan dan memikul tanggung jawab secara penuh.
Masyarakat meminta pemerintah tidak memandang sebelah mata kehidupan dan mata pencaharian warga Kluet Raya.
Normalisasi dan perbaikan total pada irigasi Gunung Pudung harus segera dieksekusi sebelum terlambat, demi menyelamatkan hajat hidup ribuan kepala keluarga yang menggantungkan nasibnya pada sektor pertanian.[HeKa]

Tidak ada komentar