Forjias Apresiasi Polres Aceh Selatan Dalam Penanganan Banjir Ladang Rimba Trumon Tengah

Redaksi
2 Jan 2026 11:14
Daerah News 0 162
3 menit membaca

ASPIRATIF.ID  — Forum Jurnalis Independen Aceh Selatan (Forjias) memberikan apresiasi kepada Polres Aceh Selatan dalam upaya penanganan banjir yang melanda kawasan Ladang Rimba, Kecamatan Trumon Tengah,Kabupaten Aceh Selatan.

Hal tersebut disampaikan ketua Forjias Safdar yang menilai langkah Kapolres Aceh Selatan,AKBP T. Ricki Fadlianshah, sebagai bentuk kehadiran negara yang nyata di tengah bencana.

Menurut Safdar, sejak banjir melanda Aceh termasuk Aceh Selatan pada November 2025 lalu, AKBP Ricki menunjukkan keseriusannya. Meski saat itu tengah mengikuti apel Kasatwil bersama Kapolri, ia langsung menginstruksikan Wakapolres Aceh Selatan, Kompol Edwin Aldro, untuk menggerakkan jajaran agar bersiaga penuh dan siap diterjunkan ke wilayah rawan banjir di Aceh Selatan.

Instruksi itu bukan hanya perintah di atas kertas. Begitu banjir merendam kawasan Trumon Raya, AKBP Ricki turun langsung ke lapangan. Ia menyambangi titik-titik terdampak, memimpin langsung personel, bahkan rela mengarungi banjir demi memastikan proses evakuasi, pengamanan, dan distribusi bantuan berjalan optimal.

“Kapolres tidak hanya memberi komando dari kejauhan. Beliau hadir, melihat langsung kondisi warga, dan memastikan penanganan berjalan sebagaimana mestinya,” ujar salah seorang warga Ladang Rimba.

Komitmen itu kembali terlihat saat banjir kembali menerjang Ladang Rimba dan sekitarnya pada 26 Desember 2025. Abituren Akpol 2006 tersebut kembali menerjunkan personel Polres Aceh Selatan untuk melakukan penanganan darurat.

Tak berhenti pada respons cepat, Kapolres juga melakukan pemetaan menyeluruh terhadap penyebab banjir, mulai dari kondisi aliran sungai, sedimentasi, hingga dugaan aktivitas yang memperparah kerentanan kawasan tersebut.

Langkah penanganan bahkan berlanjut dalam jangka waktu yang tidak singkat. Hingga lebih dari sepekan (sampai saat berita di tayangkan) AKBP Ricki bersama Wakapolres Aceh Selatan dan sekitar 50 personel Polri “berkantor” langsung di wilayah Trumon. Setiap hari, personel melakukan pembenahan, pembersihan material banjir, pengamanan wilayah, hingga membantu aktivitas warga yang terdampak.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Forjias, Safdar, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolres Aceh Selatan dan seluruh jajaran.

“Kami mengapresiasi langkah AKBP Ricki Fadlianshah yang telah memelopori penanggulangan banjir di Ladang Rimba secara konkret dan berkelanjutan. Apa yang dilakukan Kapolres dan jajarannya adalah bentuk kerja nyata yang selama ini diharapkan masyarakat,” ujar Safdar, Selasa (2/1/2026).

Menurutnya, kehadiran langsung aparat kepolisian di tengah bencana bukan hanya soal penanganan teknis, tetapi juga memberikan rasa aman dan harapan bagi warga yang terdampak.

Safdar juga mengajak seluruh pihak, pemerintah daerah, aparat, tokoh masyarakat, hingga warga, untuk bahu-membahu melakukan upaya mitigasi banjir di Ladang Rimba dan kawasan Trumon Raya.

“Banjir ini tidak bisa ditangani satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi semua elemen agar langkah mitigasi bisa berjalan maksimal dan berkelanjutan,” katanya.

Selain itu, Forjias menekankan pentingnya peningkatan upaya mitigasi bencana, baik melalui pendekatan sosial maupun penegakan hukum. Safdar mengingatkan agar praktik-praktik yang merusak lingkungan dan berpotensi memicu banjir dapat ditertibkan secara tegas.

 

“Masyarakat jangan terus menjadi korban akibat ulah pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Penegakan hukum harus berjalan seiring dengan edukasi dan pendekatan sosial,” tegasnya.

 

Senada dengan Safdar, Sekretaris Forjias, Ilhami Saputra, juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi langsung Kapolres Aceh Selatan dan jajaran dalam penanggulangan banjir di Ladang Rimba.

 

Melalui Kapolres, Ilhami berharap agar blueprint penataan kawasan Ladang Rimba pascabanjir bandang 2023 yang pernah dimuat dalam nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dan Universitas Syiah Kuala (USK) dapat digarap kembali secara serius.

“Blueprint itu penting sebagai solusi jangka panjang. Jika kembali diwujudkan, kami yakin bencana serupa tidak terus berulang dan masyarakat Aceh Selatan bisa lebih terlindungi,” ujarnya.

Bagi Forjias, apa yang dilakukan Kapolres Aceh Selatan hari ini bukan hanya respons terhadap bencana, tetapi juga pondasi awal menuju penanganan banjir yang lebih terencana, tegas, dan berkeadilan bagi masyarakat Trumon Raya.[]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga
x
x