Anggota DPRK Aceh Selatan, Dr (C) Ir.Alja Yusnadi, S.TP, M.SiASPIRATIF.ID — Anggota DPRK Aceh Selatan Ir.Alja Yusnadi,S.TP, M.Si meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan untuk menyusun perencanaan pelaksanaan kegiatan secara terstruktur dan sistematis. Hal ini disampaikan kandidat Doktor Ilmu Ekonomi Pertanian IPB University itu untuk memudahkan Pemkab dalam melihat dan mengontrol palaksanaan kegiatan setiap tahunnya.
“Misalnya di triwulan pertama Pemkab harus menyiapkan dokumen pelaksanaan kegiatan, kemudian pada triwulan kedua pelaksanaaan kegiatan dengan jenis pengadaan, seterusnya pelaksanaan kegiatan fisik, baik yang skala kecil maupun skala besar, sehingga pelaksanaan dapat selesai sesuai target ,” kata Alja Yusnadi, saat di konfirmasi Aspiratif Id, Selasa (06/01/2026).
“Hal ini juga untuk memudahkan bagi Pemkab untuk melihat realisasi serapan anggaran setiap triwulannya,sehingga pengeloaan anggaran daerah berjalan sehat dan sebagaimana mestinya,” tambah ketua HKTI Aceh Selatan itu.
Selain itu, dengan tersusunnya pelaksanaan kegiatan ini, Pemkab juga menjaga uang yang beredar di masyarakat, karena perputaran ekonomi di Aceh selatan masih tergantung dari APBK.
“Dengan terpola nya pelaksanaan kegiatan yang bersumber dari APBK, ikut menjaga uang beredar di masyarakat, ekonomi terus berputar dan kita mendapat multiflier efek nya,” sambung Alja.
Menurut Sekretaris Komisi II DPRK Aceh Selatan itu, selama ini ia melihat penataan pelaksanaan kegiatan publik belum tertata dengan baik dan sistematis. Sehingga capaian dan serapan anggaran nenumpuk di triwulan terakhir.
“Ini tidak efektif, karena Pemkab tidak memiliki waktu yang cukup untuk merasionalkan anggaran, mestinya di APBK Perubahan kita merasionalkan kegiatan sesuai dengan ketersediaan anggaran,” lanjut Alja.
“Tahun 2025 lalu misalnya,pengelolaan dan capaian serapan anggaran masih belum maksimal,sehingga terjadinya penumpukan pembayaran SPM di akhir tahun,” sambung Alja Yusnadi.
Alja menambahkan,sebagai daerah yang rawan bencana, ia berharap agar Pemkab Aceh Selatan dapat menghindari pelaksanaan proyek atau kegiatan di akhir tahun.
“Aceh Selatan rawan bencana, saat akhir tahun musim hujan, rawan banjir dan menyebabkan harga material mahal dan langka ,” tutup Sekretaris Partai Gerindra Aceh Selatan ini.[Red]
Tidak ada komentar