Status Gunung Burni Telong Aceh Naik Jadi Siaga Level III, Usai Diguncang Gempa Beruntun 

Admin
31 Des 2025 08:28
Daerah News 0 376
3 menit membaca

ASPIRATIF.ID — Pascagempa yang terjadi empat kali di Dataran Tinggi Gayo, Aceh, Selasa malam, status Gunung Api Burni Telong, naik dari level II (Waspada), menjadi level III (Siaga). Hal itu dikatakan Ketua Tim Gunung Api, Pusat Vulkanologi & Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Heruningtyas.

Dalam Laporan Khusus Nomor: 181 /GL.03/BGL/2025 tentang kenaikan tingkat aktivitas Gunung Burni Telong, Bener Meriah, Aceh dari level II (waspada) menjadi level III (Siaga) tanggal 30 desember 2025.

Dalam laporan yang dikeluarkan Selasa (30/12/2025) malam itu disebutkan, Gunung Burni Telong merupakan gunung api tipe strato dengan ketinggian puncak 2.624 meter di atas permukaan laut (Dpl), dan pada posisi koordinat 96o 49’ 16” BT dan 4o 46’ 10” LU.

banner 350x350

Secara administratif termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh.

“Pada tanggal 30 Desember 2025 pukul 20.43 WIB hingga pukul 22.45 WIB telah terekam 7 kali gempa terasa dengan lokasi berdekatan yaitu sekitar 5 km sebelah barat daya puncak Gunun Burni Telong,” ujar Heruningtyas dalam rilis yang disampaikan ke Kompas.com, Selasa (30/12/2025) malam.

Gempa tersebut terasa dan diikuti oleh peningkatan gempa vulkanik dalam dan gempa vulkanik dangkal yang hingga pukul 22.45 WIB terekam 7 kali gempa vulkanik dangkal. Sebanyak 14 kali gempa vulkanik dalam, 1 kali gempa tektonik lokal, dan 1 kali gempa tektonik jauh.

“Pengamatan visual pada pukul 21.44 WIB menunjukkan gunung api terlihat jelas dan asap kawah tidak teramati,” masih tertulis dalam laporan itu. Peningkatan kegempaan di Gunung Burni Telong telah terjadi sejak bulan Juli 2025 hingga 30 Desember 2025. B

Telah terjadi sekitar 10 kali peningkatan gempa vulkanik dalam, peningkatan kegempaan semakin intensif dan semakin dangkal pada November dan Desember 2025.

Potensi ancaman bahaya lain dapat berupa hembusan gas vulkanik yang dapat membahayakan jika konsentrasi gas yang terhirup melebihi nilai ambang batas aman.

Berdasarkan pengamatan visual dan instrumental, maka tingkat aktivitas Gunung Burni Telong, dinaikan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak tanggal 30 Desember 2025 pukul 22.45 WIB. Baca juga: Aceh Utara Butuh Ribuan Relawan Kesehatan

“Dengan rekomendasi ini, masyarakat dan pengunjung/pendaki dilarang mendekati area kawah Burni Telong dalam radius 4 kilometer dari kawah dan tidak berada di daerah fumarol dan solfatara pada saat cuaca mendung atau hujan karena konsentrasi gas dapat membahayakan kehidupan,” ujarnya.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi (022) 7272606 di Bandung (Provinsi Jawa Barat), atau Pos Pengamatan Gunungapi Burni Telong di Desa Serule Kayu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Aceh dengan nomor telepon, 082311827265.

“Tingkat aktivitas Gunung Burni Telong akan segera ditinjau kembali jika terdapat perubahan visual maupun kegempaan yang signifikan.Demikian disampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih,” tutup laporan itu.

Sebelumnya, Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah pukul 20.43 WIB,Selasa (30/12/2025) terjadi gempa. Kondisi ini sempat membuat warga panik.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi,dan Geofisika (BMKG),pusat gempa terpusat di 7 kilometer barat daya Kabupaten Bener Meriah,Aceh dengan koordinat 4,73 Lintang Utara-96,80 Bujur Timur.

Gempa tergolong dangkal dengan kedalaman 7 km atau gempa daratan.Gempa tersebut sempat membuat aktivitas gunung api Burni Telong yang berada di Bener Meriah meningkat.

Bahkan, terjadi empat kali gempa yang dimulai dengan gempa vulkanik, meskipun kemudian seismograf pemantauan gunung api menunjukkan penurunan aktivitas Gunung Burni Telong.[]

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x