T.Sukandi : Kanal dan Normalisasi Solusi Penanganan Banjir Di Trumon Raya Akibat Luapan Sungai Lae Soraya 

Admin
1 Des 2025 15:11
Daerah News 0 163
2 menit membaca

ASPIRATIF.ID — Hampir saban tahun, wilayah Trumon Raya selalu terdampak banjir luapan sungai Lae Soraya (Sungai Alas) yang hulu sungainya berasal dari kaki gunung Leuser, bersambung langsung dengan Lae Soraya (Sungai Singkil) mengalir jauh ke muara Kuala baru dan Kuala Aceh Singkil.

Lae Alas panjang sungainya 150 kilometer dan Lae Soraya panjang badan sungainya 130 kilometer yang kedua sungai ini menyatu menjadi sungai terpanjang di Provinsi Aceh

Begitupun ,sungai ini mengaliri Daerah Aliran Sungai (DAS) Subulussalam dan DAS Aceh Singkil yang bibir sungainya berbatasan langsung dengan Trumon Raya Kabupaten Aceh Selatan.

“Lae Soraya yang hulu sungainya adalah Lae Alas yang mengalir deras dengan segala persoalan hutannya seperti ekplorasi dan eksploitasi sumber daya alamnya baik penebangan liar maupun tambang mineral lainnya yang telah menyebkan sebahagian permukaan tanah hutan rimbanya telah banyak yang tandus sehingga dikala hujan, air yang tumpah ke bumi tidak mampu lagi diserap oleh tanah dan akar pepohonan yang ada, akibatnya mengalirlah air tersebut tampa filter langsung ke badan Sungai,” kata salah satu tokoh masyarakat Aceh Selatan, T.Sukandi, Senin (01/12/2025).

Lebih lanjut, T.Sukandi menjelaskan, akibat sungai Lae Soraya sudah tidak mampu lagi menampung curahan debit air yang mengalir dari hulu dan badan sungainya yang bersumber dari Aceh tenggara dan Gayo Lues,maka  melimpah lah air yang ada di badan sungai Lae Soraya yang sebahagian luapannya itu tergenang di wilayah Trumon Raya Kabupaten Aceh Selatan.

“Maka Solusi penanganan banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Aceh Selatan, Subulussalam dan Aceh Singkil dibangun kanal (saluran) di kiri dan kanan badan sungai Lae Soraya,” ujar T.Sukandi.

“Khusus solusi tambahan penanganan banjir untuk Trumon Raya kabupaten Aceh Selatan adalah, lakukan normalisasi pada beberapa sungai mati yang muaranya atau kualanya berada di Buluseuma Kecamatan Trumon dalam,” tambahnya.

T.Sukandi menambahkan,pasca bencana Tsunami Aceh,  permukaan tanah di muara kuala Buluseuma turun lebih kurang 9 cm l, atau permukaan laut blBuluseuma lebih tinggi dibandingkan dengan permukaan muara Kuala buluseuma. Untuk itu,di muara atau kuala buluseuma mesti dibangun bendungan buka tutup untuk menetralisir air surut dan air pasang yang terhubung langsung kelaut lepas

“Bila tidak, sampai kapanpun Trumon Raya Kabupaten Aceh Selatan akan tetap menerima banjir kiriman luapan dari Lae Soraya” tutup T.Sukandi.[]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga
x
x