
ASPIRATIF – Sebanyak 142 santri dan santriwati baru resmi memulai pendidikan di Dayah Minhajul Kharamah Al-Aziziyah, Gampong Ujung Batee, Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan, Senin (13/7/2026).
Prosesi penyambutan berlangsung khidmat melalui rangkaian adat peusijuk, serah terima santri dari wali kepada pihak dayah, serta penyampaian tata tertib sebagai bekal awal kehidupan di lingkungan pesantren.
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilanjutkan dengan lantunan Shalawat Badar, menciptakan suasana religius yang mengiringi langkah para santri baru memasuki kehidupan sebagai penuntut ilmu.
Prosesi peusijuk dipimpin langsung oleh Pimpinan Dayah Minhajul Kharamah Al-Aziziyah. Tradisi tersebut diiringi lantunan shalawat dan dilanjutkan dengan pembagian bulukat sunteng (pulut) kepada seluruh santri baru sebagai simbol doa, keberkahan, dan harapan agar mereka istiqamah dalam menuntut ilmu.

Momentum berikutnya adalah serah terima santri baru dari para wali kepada pihak dayah. Mewakili seluruh wali santri, Abi Bustami Lhoeksialang Rayeuk secara resmi menyerahkan amanah pendidikan putra-putri mereka kepada pimpinan dan dewan guru Dayah Minhajul Kharamah Al-Aziziyah untuk dibimbing menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Tgk. Riki Ade Malek, S.Sos., M.Sos. menyampaikan bahwa jumlah santri baru pada Tahun Ajaran 1448 H/2026–2027 M mencapai 142 orang. Dari jumlah tersebut, 123 orang merupakan peserta didik SMP Plus Minhajul Kharamah Al-Aziziyah, sedangkan 19 orang merupakan santri program Salafiyah (mondok).
Para santri berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Aceh Selatan, serta sejumlah kabupaten lain di Provinsi Aceh. Dengan tambahan santri baru tersebut, jumlah santri yang belajar di Dayah Minhajul Kharamah Al-Aziziyah kini mencapai 382 orang, terdiri atas 142 santri baru dan 240 santri lama.
Dalam kesempatan itu, panitia juga menyampaikan bahwa Dayah Minhajul Kharamah Al-Aziziyah terus memperkuat mutu pendidikan melalui kerja sama dengan Universitas Islam Al-Aziziyah (UNISAI) Samalanga.
Kerja sama tersebut membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengikuti Program Sarjana (S1) dan Magister (S2) yang diselenggarakan di kompleks Dayah Minhajul Kharamah Al-Aziziyah.
Sementara itu, Pimpinan Dayah Minhajul Kharamah Al-Aziziyah dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan fasilitas sehingga belum seluruh tamu memperoleh tempat duduk yang memadai akibat membludaknya jumlah peserta yang hadir.
Ia mengajak para orang tua agar tidak memiliki keraguan dalam menitipkan putra-putri mereka ke pesantren. Menurutnya, Al-Qur’an telah memberikan kedudukan yang sangat mulia kepada orang-orang yang beriman dan berilmu.
Allah juga menegaskan bahwa orang yang paling mulia adalah mereka yang bertakwa, dan orang yang paling takut kepada Allah adalah para ulama.
“Karena itu, jangan ragu mendidik anak di dayah. Percayakan pendidikan mereka kepada Allah, kemudian kepada para guru yang akan membimbing mereka menuju jalan ilmu dan akhlak,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa menuntut ilmu merupakan salah satu jalan perjuangan yang harus dilalui setiap muslim. Oleh sebab itu, para santri diminta memiliki mental yang kuat, tidak mudah menyerah, serta mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan selama menjalani pendidikan.
“Pendidikan adalah perjuangan bersama. Bukan hanya perjuangan santri, tetapi juga perjuangan guru, ustaz dan ustazah, serta perjuangan orang tua yang harus terus mendukung proses pendidikan dengan mematuhi aturan dan kebijakan dayah,” katanya.
Pimpinan dayah juga mengungkapkan bahwa tingginya kepercayaan masyarakat menyebabkan jumlah santri yang diterima jauh melampaui target awal.
Semula pihak dayah hanya merencanakan menerima 32 santri putra dan 32 santri putri karena mempertimbangkan keterbatasan asrama serta tenaga pendidik.
Namun tingginya antusiasme masyarakat membuat jumlah penerimaan meningkat lebih dari dua kali lipat sehingga sebagian wali santri bahkan harus membangun bilek atau tempat tinggal santri secara mandiri di lingkungan dayah.
Meski demikian, ia berharap seluruh keterbatasan tersebut dapat dipahami bersama sekaligus menjadi motivasi untuk terus membangun dan mengembangkan Dayah Minhajul Kharamah Al-Aziziyah di masa mendatang.
Dari sisi sumber daya manusia, Dayah Minhajul Kharamah Al-Aziziyah diperkuat oleh tenaga pengajar yang berasal dari berbagai dayah terkemuka di Aceh, termasuk seorang alumni perguruan tinggi di Yaman.
Sementara itu, SMP Plus Minhajul Kharamah Al-Aziziyah didukung oleh tenaga pendidik profesional, di antaranya lulusan magister (S2) Universitas Syiah Kuala, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, serta sejumlah perguruan tinggi ternama lainnya.
Mengakhiri sambutannya, pimpinan dayah mengajak seluruh orang tua untuk terus menjalin komunikasi yang baik dengan pihak dayah apabila muncul persoalan selama proses pendidikan.
“Jika ada persoalan, mari kita duduk bersama dan bermusyawarah. Pendidikan yang berhasil lahir dari kerja sama yang baik antara guru, orang tua, dan santri,” pesannya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembacaan aturan dan tata tertib kehidupan santri yang disampaikan oleh masing-masing kepala bidang, meliputi bidang humas, pendidikan, pengasuhan santri, serta bidang-bidang lainnya.
Penyampaian tata tertib tersebut menjadi bekal awal bagi seluruh santri baru untuk menjalani kehidupan disiplin, mandiri, dan berakhlak mulia di lingkungan Dayah Minhajul Kharamah Al-Aziziyah.[]

Tidak ada komentar