Plt Kadis DLH Aceh Selatan Ajak Masyarakat Kelola Sampah untuk Perkuat Ketahanan Menghadapi Bencana dan Perubahan Iklim

3 menit membaca View : 3
Redaksi
Daerah, News - 09 Jul 2026

ASPIRATIF|ACEH SELATAN – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Selatan, Kasputra,S.T,M.M, menyampaikan materi edukasi bertajuk “Tanggap Bencana dan Perubahan Iklim: Kelola Sampah, Cegah Banjir” di Desa Air Sialang Tengah, Kecamatan Samadua, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah nyata mitigasi bencana dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Samadua, unsur pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta mahasiswi Universitas Teuku Umar yang turut berpartisipasi dalam kegiatan edukasi lingkungan.

Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun budaya peduli lingkungan.

“Persoalan sampah saat ini bukan lagi sekadar masalah kebersihan, melainkan isu strategis yang beririsan langsung dengan keselamatan jiwa dan keberlanjutan ekosistem. Saya menekankan bahwa setiap individu memiliki peran fundamental dalam memutus mata rantai bencana, dimulai dari tindakan sederhana seperti tidak membuang sampah ke saluran air dan memilah sampah dari sumbernya. Jika kebiasaan ini tidak segera diubah, maka upaya pemerintah dalam membangun infrastruktur pengendalian banjir akan sulit optimal karena perilaku masyarakat justru menjadi faktor pemicu utama degradasi lingkungan,” kata Kasputra.

Dalam paparannya, Kasputra menjelaskan bahwa perubahan iklim telah meningkatkan intensitas cuaca ekstrem yang berdampak pada meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi, khususnya banjir.

Menurutnya, salah satu penyebab yang memperparah banjir adalah perilaku membuang sampah sembarangan yang mengakibatkan penyumbatan saluran drainase dan pendangkalan sungai. Oleh karena itu, pengelolaan sampah yang baik harus menjadi bagian dari budaya masyarakat.

Lebih lanjut, Kasputra mengajak masyarakat untuk menerapkan pemilahan sampah sejak dari rumah, membiasakan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R), serta menghidupkan kembali semangat gotong royong membersihkan saluran air dan lingkungan.

Langkah sederhana tersebut dinilai mampu mengurangi risiko banjir sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan hidup.

Selain pengelolaan sampah, masyarakat juga didorong untuk berpartisipasi dalam berbagai program adaptasi perubahan iklim, seperti penghijauan kawasan resapan air, pembuatan biopori, pemanenan air hujan, serta penguatan Program Kampung Iklim (ProKlim).

Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

“Keberhasilan adaptasi terhadap perubahan iklim sangat bergantung pada kekuatan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan masyarakat. Program Kampung Iklim dan gerakan penghijauan yang telah berjalan tidak akan berdampak optimal tanpa dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat di tingkat desa. Saya berharap kegiatan edukasi seperti ini dapat menjadi agenda rutin yang melibatkan seluruh komponen, agar budaya tanggap bencana benar-benar terinternalisasi dalam keseharian warga Aceh Selatan,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Selatan berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan terus meningkat.

Dengan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, Aceh Selatan diharapkan semakin tangguh dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan risiko bencana di masa depan.[Rama]

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *