BGN Hentikan Operasional 11 Dapur MBG di Aceh Selatan

2 menit membaca View : 21
Redaksi
Daerah, News - 11 Jun 2026

ASPIRATIF|ACEH SELATAN – Program unggulan Pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Aceh Selatan mulai menghadapi batu sandungan serius.

Sebanyak 11 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur penyedia makanan bergizi dilaporkan lumpuh dan menghentikan operasionalnya secara mendadak akibat belum cairnya dana Virtual Account (VA) dari pusat.

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Aceh Selatan, Yona Violiska, membenarkan kabar macetnya aktivitas dapur penyokong gizi anak sekolah dan balita tersebut.

“Benar, per hari ini ada 11 SPPG yang tidak beroperasional diakibatkan oleh dana Virtual Account belum cair,” kata Yona, Kamis 11 Juni 2026.

Mandeknya kucuran dana segar ini langsung memicu efek domino di lapangan. Layanan distribusi makanan yang menyasar ruang-ruang kelas dan pos pelayanan terpadu (posyandu) terpaksa gigit jari.

Ironisnya, hingga kini pihak BGN di daerah pun masih meraba-raba penyebab pasti tersendatnya anggaran tersebut.

“Untuk penyebabnya sendiri kami juga belum menerima informasi yang pasti dari pihak BGN Pusat. Kami akan memberikan informasi lebih lanjut jika sudah ada kabar,” ujar Yona.

Begitupun, Yona memastikan rem darurat ini tidak terjadi serentak di seluruh wilayah Aceh Selatan. Beberapa unit dapur yang masih mengantongi sisa dana Banper atau cadangan dana operasional dilaporkan tetap mengepul dan melayani penerima manfaat seperti biasa.

Namun, bagi dapur yang bergantung pada sistem pencairan mingguan dari Jakarta, operasional terpaksa mandek total.

Berikut adalah 11 wilayah SPPG yang berhenti beroperasi:
SPPG Aceh Selatan Kluet Utara Jambo Manyang
SPPG Aceh Selatan Tapaktuan Hilir
SPPG Aceh Selatan Samadua Jilatang
SPPG Aceh Selatan Kluet Utara Kota Fajar
Sppg Aceh Selatan Kluet utara Simpang Empat
SPPG Aceh Selatan Pasie Kuala Asahan
SPPG Aceh Selatan Trumon Timur Seuneubok Punto
SPPG Aceh Selatan Meukek Tanjung Harapan
⁠SPPG Aceh Selatan Labuhanhaji Barat Pante Geulima
SPPG Aceh Selatan Tapaktuan Lhok Bengkuang
SPPG Aceh Selatan Labuhanhaji Barat Kuta Trieng

BGN menyatakan bahwa saat ini proses pencairan dana untuk seluruh dapur terdampak sedang masuk tahap finalisasi di Jakarta.

Namun, jikapun dana tersebut cair esok hari, anak-anak sekolah tidak bisa langsung menikmati makan gratis seketika.

Sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang ketat, pengelola dapur membutuhkan waktu jeda satu hingga dua hari untuk proses administrasi, pemesanan, hingga pengadaan bahan baku segar di pasar.

Tersendatnya proyek ambisius ini menjadi alarm keras bagi pemerintah pusat. Kelancaran dan keberlanjutan program perbaikan gizi nasional terbukti masih sangat rapuh dan bergantung penuh pada konsistensi aliran dana birokrasi di tingkat pusat.[]

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *