
ASPIRATIF – Peran ayah dalam perkembangan emosional anak tidak hanya sebatas menjadi pencari nafkah. Kehadiran ayah yang aktif dalam pengasuhan terbukti berpengaruh besar terhadap pembentukan karakter, rasa percaya diri, hingga kesehatan mental anak sejak usia dini.
Karena itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) terus menekankan pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan untuk mencegah fenomena fatherless, yakni kondisi ketika anak tumbuh tanpa kehadiran atau keterlibatan emosional seorang ayah.
Fenomena fatherless tidak selalu berarti ayah tidak hadir secara fisik. Dalam banyak kasus, ayah tinggal serumah dengan anak, tetapi minim berinteraksi akibat kesibukan pekerjaan atau kurangnya komunikasi. Padahal, hubungan yang hangat antara ayah dan anak menjadi fondasi penting bagi perkembangan emosi yang sehat hingga anak beranjak dewasa.
KemenPPPA menyebut keterlibatan ayah secara langsung mampu menciptakan rasa aman pada anak. Rasa aman ini menjadi bekal bagi anak untuk mengenali emosinya, membangun hubungan sosial yang sehat, serta menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Anak yang memiliki hubungan baik dengan ayah umumnya lebih mudah mengekspresikan perasaan, berani mencoba hal baru, dan mampu mengendalikan emosi dengan lebih baik.
Sebaliknya, minimnya keterlibatan ayah dapat membuat anak lebih rentan mengalami rasa cemas, kurang percaya diri, hingga kesulitan mengelola emosi saat menghadapi tekanan.
Selain menjadi tempat bersandar, ayah juga berperan sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Cara ayah berbicara, memperlakukan pasangan, menyelesaikan konflik, hingga mengelola stres akan diamati dan ditiru oleh anak.
Oleh sebab itu, keterlibatan ayah bukan hanya diukur dari lamanya waktu bersama, tetapi juga kualitas interaksi yang terjalin setiap hari.
Para ahli perkembangan anak juga menilai bahwa anak belajar mengenai tanggung jawab, disiplin, dan keberanian melalui interaksi dengan kedua orang tua, termasuk ayah.
Kehadiran ayah yang konsisten membuat anak merasa dihargai sehingga terbentuk ikatan emosional yang kuat.
Ikatan tersebut memiliki dampak jangka panjang terhadap kesehatan mental. Anak yang tumbuh dengan dukungan emosional dari ayah cenderung lebih percaya diri, mampu membangun hubungan sosial yang baik, serta lebih siap beradaptasi saat memasuki lingkungan sekolah maupun menghadapi berbagai perubahan dalam hidup.
Di sisi lain, keterlibatan ayah juga membantu anak mengembangkan empati. Melalui percakapan sederhana, bermain bersama, atau mendengarkan cerita anak, ayah mengajarkan cara memahami perasaan orang lain. Kemampuan ini menjadi bekal penting dalam membangun hubungan sosial yang sehat di masa depan.
Peran ayah menjadi semakin penting ketika anak memasuki usia remaja. Pada fase ini, anak mulai mencari jati diri sekaligus menghadapi berbagai tekanan dari lingkungan. Sosok ayah yang terbuka untuk berdiskusi dapat menjadi tempat anak mencari arahan tanpa takut dihakimi.
Membangun kedekatan emosional pun tidak harus dilakukan melalui aktivitas yang rumit. Kebiasaan sederhana seperti makan bersama, menemani belajar, mengantar ke sekolah, bermain, atau sekadar menanyakan bagaimana hari yang dijalani anak sudah dapat mempererat hubungan emosional dalam keluarga.
Yang terpenting, anak membutuhkan sosok ayah yang benar-benar hadir secara emosional, bukan sekadar berada di rumah. Memberikan perhatian penuh saat berbicara, mendengarkan tanpa menghakimi, dan mengapresiasi setiap usaha anak merupakan bentuk dukungan yang berdampak besar terhadap perkembangan psikologisnya.
Peran penting ayah dalam perkembangan emosional anak
Berikut beberapa manfaat keterlibatan ayah bagi perkembangan emosional anak:
Membangun rasa percaya diri sejak usia dini.
• Menjadi teladan (role model) dalam bersikap dan berperilaku.
• Membantu anak mengenali serta mengelola emosi.
• Menumbuhkan empati dan kepedulian terhadap orang lain.
• Menciptakan rasa aman yang mendukung kesehatan mental.
• Memperkuat ikatan emosional dalam keluarga.
• Membantu anak lebih siap menghadapi tantangan sosial hingga dewasa.
Keterlibatan yang konsisten menunjukkan bahwa peran ayah dalam perkembangan emosional anak bukan sekadar pelengkap dalam pengasuhan.
Kehadiran ayah menjadi salah satu faktor penting yang membantu membentuk karakter, menjaga kesehatan mental, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.[]

Tidak ada komentar