
ASPIRATIF – Aula Anjong Mata Banda Aceh menjadi ruang perjumpaan bagi mahasiswa, akademisi, praktisi, pemerintah, dan insan pertambangan dalam Seminar Nasional bertema “Strengthening the Role of the Mining Industry in Supporting Sustainable Economic Growth in the Energy Transition Era”, Minggu (4/10).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan Universitas Syiah Kuala (USK) ini dihadiri sekitar 250 peserta dari berbagai kalangan.
Suasana kegiatan terasa semakin hangat sejak awal acara melalui penampilan Tari Ranum Lampuan oleh UKM WASIAT Fakultas Teknik USK. Nuansa budaya Aceh tersebut menjadi pembuka yang mempertemukan semangat tradisi dengan pembahasan masa depan industri pertambangan yang semakin kompleks.
Seminar dibuka oleh Ir. Irwansyah, S.T., M.T., selaku Plh. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh.

Kemudian bertindak sebagai keynote speaker Bapak Ari Hendarwanto, S.T., M.S.E selaku Koordinator Keselamatan Pertambangan di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia.
Dalam rangkaian kegiatan ini, hadir sejumlah tokoh dan praktisi pertambangan nasional sebagai narasumber, yaitu; Ir. Rizal Kasli, S.T., IPU., ASEAN Eng., Ketua Dewan Penasihat PERHAPI; serta Ir. Resvani, M.B.A., Wakil Ketua Umum PERHAPI. Sesi pertama Seminar Nasional dipandu oleh Deea Rizki Oziana, M.Eng.
Memasuki sesi kedua, diskusi dilanjutkan bersama Ir. Wisnu Salman, S.T., IPM., ACPE., ASEAN Eng., C.EIA., Direktur PT Geo Mining Berkah; Tengku Khadafi Munir, S.P., M.P., Group Head CSR, External Relations and Corporate Communication PT Mifa Bersaudara; serta Ali Imron, S.T., Kepala Teknik Tambang PT Juya Aceh Mining. Sesi ini dimoderatori oleh Ir. Febi Mutia, S.T., M.Sc.,
Kegiatan turut dihadiri oleh perwakilan Dinas ESDM Aceh, Sekjen PERHAPI Aceh, Wakil Dekan III Fakultas Teknik USK Dr. Ir. Nasrullah, S.T., M.T., Kepala Departemen Kebumian USK , Koordinator Program Studi Teknik Pertambangan USK, serta Sekretaris Jenderal PERMATA Indonesia periode 2024–2025, Ahmad Sagito.
Seminar Nasional ini merupakan salah satu dari tiga agenda utama MISSION XIII, yang juga beririsan dengan pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) XIII dan Temu Ilmiah (TIMTI) XX PERMATA Indonesia 2026.
Rangkaian tersebut mempertemukan mahasiswa dan calon profesional teknik pertambangan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, sekaligus menjadi ruang untuk membangun jejaring, bertukar gagasan, dan melihat pertambangan dari perspektif yang lebih luas.
Di tengah perubahan menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan, pertambangan tidak hanya berbicara mengenai produksi mineral dan batubara.
Industri ini juga dituntut untuk mampu menjawab tantangan lingkungan, sosial, teknologi, tata kelola, serta kebutuhan ekonomi masyarakat.
Karena itu, forum seperti seminar nasional menjadi penting bagi generasi muda untuk mendengar langsung pengalaman para praktisi dan pemangku kebijakan, sekaligus menyampaikan gagasan mereka tentang masa depan pertambangan Indonesia.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pengumuman Mining Science Art Competition (MSAC) 2026 dan Syiah Kuala Mining Engineering Competition (SMEN) 2026.
MSAC terbuka bagi peserta dari berbagai kalangan dengan enam cabang lomba, yaitu esai, public speaking, cerdas cermat, fotografi, desain poster, dan short movie.
Lebih dari sekadar seminar, MISSION XIII menjadi ruang untuk mempertemukan pengetahuan, pengalaman, kreativitas, dan semangat generasi muda.
Dari Banda Aceh, mahasiswa pertambangan USK bersama jejaring perguruan tinggi dan industri menunjukkan bahwa masa depan pertambangan tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar sumber daya yang dapat dimanfaatkan, tetapi juga oleh seberapa bijak manusia mengelolanya untuk keberlanjutan ekonomi, lingkungan, dan masyarakat.[]

Tidak ada komentar