
Oleh: Ilham Mirsal, MA
(Warga Ujung Batee, Terbangan Cut, Pasie Raja Aceh Selatan).
“Tidak ada kado indah untukmu, Pasie Raja-ku…”
Mungkin benar, tak ada bungkusan pita yang sanggup menandingi kemegahan tanah ini. Namun, di usianya yang ke-29, Pasie Raja telah memberikan segalanya bagi kita.
Dari hamparan dua kemukiman besar “Terbangan dan Rasian” kecamatan ini telah tumbuh menjadi episentrum kemajuan di Aceh Selatan yang berdiri teguh di atas 21 gampong yang bersinergi.
Pilar Peradaban: Agama dan Pendidikan
Kado terbaik sebuah daerah adalah sumber daya manusianya. Pasie Raja bukan sekadar wilayah administratif, ia adalah “rahim” ilmu pengetahuan. Dengan adanya, 10 unit Dayah terakreditasi, kecamatan ini tetap konsisten menjaga marwah “Kitab Kuning” dan syariat di bumi Serambi Mekkah.
Kekuatan itu kian lengkap dengan fasilitas pendidikan formal yang mumpuni. Kehadiran Kampus STAI Tapaktuan, “MA, SMK, dan SMA Unggul’, serta jaringan SMP dan SD/MI yang tersebar di hampir seluruh desa, memastikan bahwa anak-anak Pasie Raja tidak hanya kuat secara spiritual, tapi juga siap bertarung di kancah intelektual nasional.
Gerbang Langit dan Potensi Ekonomi
Secara strategis, Pasie Raja memegang peranan krusial bagi Aceh Selatan. Kehadiran Bandara Teuku Cut Ali adalah simbol bahwa daerah ini adalah gerbang langit yang menghubungkan kita dengan dunia luar.
Secara geografis, kekayaan wisata baharinya, yang eksotis bukan hanya memanjakan mata, tapi juga menyimpan potensi ekonomi yang luar biasa jika terus dirawat dengan hati.
Kekuatan Suara DPT: 13 Ribu Penentu Arah.
Di panggung demokrasi, Pasie Raja bukanlah penonton di pinggiran. Dengan sekitar 13 ribu Daftar Pemilih Tetap (DPT), suara rakyat Pasie Raja adalah penentu arah politik kabupaten.
Ini adalah angka yang besar, angka yang menunjukkan bahwa setiap langkah dan pilihan masyarakat kita memiliki daya tawar yang tinggi untuk menentukan siapa yang layak memimpin dan membawa perubahan.
Catatan di Usia 29
Dua puluh sembilan tahun (1997-2026) telah membentuk Pasie Raja menjadi sosok yang dewasa. Perjalanan dari Kemukiman Terbangan hingga Rasian adalah bentangan sejarah pengabdian.
Meski hari ini kita berucap “tak ada kado indah”, biarlah tulisan ini menjadi pengingat bagi kita semua: bahwa menjaga 21 gampong ini agar tetap harmonis, memastikan Dayah-Dayah kita tetap bercahaya, dan mengawal suara rakyat agar tetap bermartabat, adalah kado terindah yang bisa kita berikan.
Selamat Hari Jadi ke-29, Pasie Raja-ku. Tanah para pejuang, tanah para ulama, dan tanah masa depan kita bersama.[]
Tidak ada komentar