Foto : Ketua KNTI Aceh Selatan Jery Rahmat ASPIRATIF.ID – Akses terhadap bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi masih menjadi persoalan klasik bagi nelayan kecil dan tradisional di Aceh Selatan.
Harga eceran yang melambung tinggi serta ketersediaan yang terbatas kerap membuat biaya operasional melaut membengkak, yang pada akhirnya menekan pendapatan mereka.
Merespons kondisi tersebut, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Aceh Selatan mengambil langkah konkret.
Melalui koperasi KNTI Aceh Selatan, organisasi ini telah membangun sarana SPBUN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Nelayan) guna melayani kebutuhan BBM nelayan di wilayah tersebut.
Ketua KNTI Aceh Selatan, Jeri Rahmat, menjelaskan bahwa BBM merupakan kebutuhan utama untuk menunjang kelancaran aktivitas nelayan.
Jika akses terhadap BBM bersubsidi sulit didapat sesuai harga yang ditetapkan pemerintah, nelayan terpaksa membeli di eceran dengan harga jauh lebih tinggi dan ketersediaan yang tidak menentu.
“Kami melihat langsung kesulitan nelayan di lapangan. Dengan adanya SPBUN yang dibangun melalui koperasi KNTI, kami berharap biaya melaut nelayan bisa ditekan. Jika biaya operasional turun, otomatis kesejahteraan nelayan akan meningkat,” ujar Jeri Rahmat, Kamis (23/4/2026).
Menurut Jeri, kehadiran SPBUN tersebut merupakan wujud nyata peran KNTI dalam membantu peningkatan ekonomi nelayan kecil dan tradisional.
Namun, ia mengakui bahwa akses BBM bersubsidi hanyalah salah satu dari sekian banyak hak nelayan yang harus dipenuhi.
“Sebagai organisasi nelayan kecil dan tradisional, KNTI juga akan berusaha memastikan hak-hak nelayan lainnya. Tentu ini butuh kerja sama banyak pihak, terutama pemerintah sebagai pengambil kebijakan,” tegasnya.
Jeri Rahmat mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk tidak hanya duduk di belakang meja. Ia menekankan pentingnya melibatkan nelayan langsung dalam setiap proses pengambilan keputusan dan kebijakan, karena nelayanlah yang paling memahami persoalan dan dinamika di lapangan.
“Libatkan nelayan, dengar langsung pengalaman mereka. Jangan buat kebijakan tanpa mendengar suara kami. Hanya dengan cara itulah kebijakan yang dihasilkan akan tepat sasaran dan benar-benar berdampak pada kesejahteraan nelayan,” pungkasnya.
KNTI Aceh Selatan
Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) adalah organisasi yang memperjuangkan hak-hak nelayan kecil dan tradisional.[]
Tidak ada komentar