Plt Sekda Aceh Selatan, Diva Samudera PutraASPIRATIF.ID – Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Hal itu menyusul peringatan dini cuaca ekstrem dan siaga bencana hidrometeorologi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di 23 Kabupaten/Kota di Aceh.
Peringatan tersebut dikeluarkan oleh Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh yang menyebutkan adanya gangguan atmosfer berupa pola siklonik yang membentuk belokan angin (shearline) serta konvergensi di wilayah Aceh.
Kondisi ini berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
Berdasarkan data BMKG, wilayah Aceh Selatan termasuk daerah yang berpotensi terdampak pada dua periode, yakni 11–15 April dan 16–20 April 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh Selatan Diva Samudra Putra mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama yang berada di daerah rawan.
“Waspada itu penting, oleh karena masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca terkini, menghindari aktivitas di daerah rawan bencana saat hujan lebat, serta menjaga kebersihan lingkungan, khususnya saluran air,” kata Plt Sekda saat dikonfirmasi, Senin (13/4/2026).
Selain imbauan kepada masyarakat, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan juga menginstruksikan kepada seluruh instansi terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diminta memastikan kesiapan personel dan peralatan, serta melakukan pemantauan intensif di wilayah rawan bencana serta instansi terkait lainnya juga harus siaga,” tegasnya.
Lebih lanjut, kata Sekda, Camat dan kepala desa juga diimbau untuk meningkatkan koordinasi dengan aparat setempat.
“Masyarakat diharapkan tetap tenang namun waspada, semoga daerah kita dijauhkan dari bencana,” tutupnya.[]
Tidak ada komentar