Mahasiswa MPBEN USK Presentasikan Riset di Acara Postgraduate Student Seminar Series

4 menit membaca View : 1
Redaksi
Daerah, News - 21 Jun 2026

ASPIRATIF|BANDA ACEH – Mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris (MPBEN) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menyelenggarakan Postgraduate Student Seminar Series yang berlangsung di Ruang Ujian S2 FKIP USK, Sabtu (20/6/26).

Mahasiswa MPBEN USK itu mempresentasikan riset tentang wacana politik, AI, pelestarian dahasa, dan linguistik digital.

Tema yang diusung adalah “Exploring Contemporary Issues in Discourse, Digital Literacy, Language Preservation, and Educational Innovation: Emerging Perspectives in Applied Linguistics and Language Studies.”

Koordinator Prody Magister Pendidikan Bahasa Inggris FKIP USK, Prof Dr Iskandar Abdul Samad M App Ling kepada media ini, Minggu (21/6) menyebutkan, seminar ini menghadirkan enam mahasiswa dengan beragam topik penelitian yang mencerminkan perkembangan mutakhir dalam bidang linguistik terapan, pendidikan bahasa, literasi digital, dan pelestarian bahasa daerah.

Katanya, presenter pertama yaitu Putri Rizka Fonna, memaparkan proposal penelitian yang mengkaji bagaimana pesan-pesan politik dikonstruksi secara linguistik dan diorganisasikan secara retoris dalam pidato Presiden Republik Indonesia pada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Penelitian ini bertujuan mengungkap strategi kebahasaan yang digunakan untuk menyampaikan pesan politik dan diplomatik Indonesia kepada audiens internasional serta memahami bagaimana bahasa berperan dalam membangun makna dan persuasi di forum global,” ujar Putri.

Selanjutnya, Arfa Munawella mengangkat isu pelestarian bahasa daerah melalui penelitian mengenai vitalitas Bahasa Jamee.

“Penelitian ini menelaah kondisi keberlangsungan bahasa, faktor-faktor yang menyebabkan penurunan penggunaannya, serta berbagai aspek yang memengaruhi upaya mempertahankan bahasa tersebut sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat,” ungkap Arfa.

Pada sesi berikutnya, Cut Maulida Rahma mempresentasikan penelitian yang mengeksplorasi fitur-fitur leksikal dan medan semantik dalam permainan digital Mobile Legends: Bang Bang.

“Melalui analisis kualitatif terhadap cerita para hero dan deskripsi item permainan, penelitian ini berupaya mengidentifikasi pola penggunaan bahasa serta konstruksi makna yang berkembang dalam lingkungan gim digital,” ujar Maulida.

Sementara itu, Yulia Denanda membahas fenomena Prompt Literacy dalam penulisan akademik berbantuan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).

“Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana mahasiswa EFL di USK memahami, menyusun, dan memanfaatkan prompt untuk mendukung proses penulisan akademik,” ucap Yulia.

Presenter kelima, Jauharsyah mengangkat penelitian mengenai representasi nilai-nilai karakter dalam pembelajaran bahasa Inggris.

“Penelitian ini mengidentifikasi bagaimana 18 nilai karakter yang dicanangkan oleh Kementerian Kebudayaan direpresentasikan dalam bahasa yang digunakan pada materi pembelajaran,” tutur Jauharsyah.

Adapun Hurul Asyifa memaparkan, penelitian yang berfokus pada ambiguitas ortografi vokal dalam Bahasa Aceh.

“Penelitian ini mengombinasikan analisis linguistik dengan pengembangan desain pembelajaran berbasis video untuk membantu pembelajar memahami sistem vokal Bahasa Aceh secara lebih efektif,” tandas Hurul.

Prof Iskandar menyampaikan, bahwa seminar ini merupakan bagian dari komitmen program studi dalam membangun budaya akademik yang kuat sekaligus mendorong mahasiswa menghasilkan penelitian yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.

“Topik-topik yang dipresentasikan mahasiswa pada seminar kali ini menunjukkan bahwa penelitian linguistik terapan dan pendidikan bahasa terus berkembang mengikuti dinamika zaman,” katanya.

Dikatakannya,.mahasiswa tidak hanya mengkaji isu-isu pembelajaran Bahasa Inggris, tetapi juga menelaah literasi digital berbasis kecerdasan buatan, analisis wacana politik, pelestarian bahasa daerah, linguistik digital, serta pendidikan karakter.

Lebih lanjut ungkap Prof Iskandar, hal ini menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam menghubungkan teori dengan fenomena sosial dan teknologi yang berkembang saat ini.

Menurut Prof Iskandar, keberagaman tema penelitian tersebut mencerminkan semangat akademik mahasiswa MPBEN dalam merespons berbagai tantangan dan peluang yang muncul di era global dan digital.

“Penelitian yang dilakukan mahasiswa tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga berpotensi memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tandasnya.

Prof Iskandar menambahkan, penelitian ini mulai dari upaya pelestarian bahasa daerah, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, hingga pemahaman terhadap praktik komunikasi dan penggunaan bahasa dalam berbagai konteks sosial.

Ia juga menegaskan, bahwa Postgraduate Student Seminar Series merupakan sarana penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi akademik, dan keterampilan penelitian.

Diharapkannya, melalui forum ini mahasiswa mampu belajar mempertajam argumentasi penelitian, menerima kritik dan masukan konstruktif, serta memperkuat kualitas proposal yang sedang mereka kembangkan.[]

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *