
ASPIRATIF – Dinar Puspita Ayu SPdI, Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 8 Aceh Timur menerima penghargaan dan anugerah sebagai penggerak literasi dari Nyalanesia sebuah perusahaan rintisan (startup) berbasis socio-edu-preneur yang mengembangkan program literasi sekolah terpadu di Indonesia.
Penghargaan dan anugerah itu diserahkan oleh Advisor Nyalanesia, Imam Subhan pada acara Festival Literasi Aceh (FLA) berlangsung di Pendopo Gubernur Aceh, Sabtu (3/10).
Perempuan kelahiran Langsa, 7 Maret 1982 itu menerima penghargaan sebagai “Sosialitator Penggerak Literasi Nasional Wilayah Aceh Timur” tahun 2026.
Dinar yang menerima penghargaan tersebut kepada media ini, Senin (5/10) mengatakan, ini menjadi bagian dari perjalanan panjang dirinya dalam dunia literasi dan kepenulisan.

Katanya, selain menjalankan profesinya sebagai kepala madrasah, ia hingga kini aktif menulis buku dan terlibat dalam berbagai kegiatan pengembangan literasi.
Dinar menuturkan, kiprahnya di dunia kepenulisan dimulai sejak tahun 2019. Perjalanan tersebut kemudian berlanjut ke tingkat nasional.
“Pada tahun 2022, dirinya terpilih sebagai penggerak literasi nasional dari Nyalanesia. Saya meraih berbagai penghargaan penulis tingkat nasional bahkan ASEAN sejak tahun 2019,” ucap Dinar.
Dinar menjelaskan, dedikasinya sebagai penggerak literasi juga mendapat pengakuan di tingkat daerah. Sejak 2019, pernah memperoleh penghargaan sebagai “Penggerak Literasi Kabupaten Aceh Timur” dari Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) dan Bupati Aceh Timur.
Menurut Plt Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Daerah Aceh Timur, Agussalim SPdI, Dinar tidak hanya berprestasi di bidang literasi, ia juga mendapat apresiasi juara satu guru berprestasi dan juara dua guru inspirasi tingkat rrovinsi.
Selain Plt Ketua IGI, Agussalim juga Kepala MIN 30 Aceh Timur menyampaikan, berbagai penghargaan itu menjadi catatan atas konsistensi Dinar dalam menjalankan dua peran sekaligus.
“Dinar sebagai pendidik dan penulis, dari ruang kelas hingga dunia kepenulisan. Ia terus mengambil bagian dalam mendorong tumbuhnya budaya membaca, menulis dan berkarya,” ujarnya.
Agussalim menambahkan, penghargaan dalam Festival Literasi Aceh di Pendopo Gubernur Aceh menambah panjang rekam jejak Dinar sebagai salah seorang penggerak literasi yang berasal dari Aceh Timur.
“Harapannya, semoga Dinar terus menggerakkan literasi dari tingkat kabupaten, provinsi, nasional dan ASEAN serta berlanjut ke tingkat internasional,” pungkas Agussalim.[]

Tidak ada komentar