
ASPIRATIF – Memasuki tahun ajaran baru, SMK Negeri 1 Kluet Selatan menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan nuansa yang berbeda dan sarat akan nilai budaya.
Mengusung tema “MPLS Ramah dan Berbudaya”, pihak sekolah menyambut 87 siswa baru dengan prosesi adat istiadat Aceh yang khidmat dan meriah, menciptakan kesan mendalam bagi para peserta didik baru.
Sejak pagi hari, gerbang SMK Negeri 1 Kluet Selatan telah dipadati oleh para guru dan panitia yang siap menyambut kedatangan generasi penerus bangsa tersebut.
Berbeda dari kesan MPLS konvensional yang kaku, suasana hangat dan penuh kekeluargaan justru langsung terasa begitu para siswa baru menginjakkan kaki di area sekolah.

Disambut Bagai Linto dan Dara Baro
Kemeriahan dimulai saat para siswa baru diarak masuk menuju lapangan utama sekolah.
Menariknya, mereka diiringi dan diperlakukan layaknya sepasang pengantin baru (linto dan dara baro) dalam tradisi pernikahan Aceh.
Prosesi ini menyimbolkan bahwa kehormatan dan kegembiraan besar tengah dirasakan keluarga besar SMK Negeri 1 Kluet Selatan dalam menerima anggota keluarga barunya.
Langkah kaki para “tamu agung” ini kemudian disambut oleh gemulainya Tarian Ranup Lamuan. Tari persembahan khas Serambi Mekkah ini disuguhkan dengan elok oleh para siswi senior, lengkap dengan sirih dalam puan sebagai simbol pemuliaan dan ucapan selamat datang yang tulus dari pihak sekolah.
Prosesi Peusijuek dan Penyematan Tanda Peserta
Sebagai bentuk legalitas dimulainya masa pengenalan, Kepala SMK Negeri 1 Kluet Selatan secara simbolis melakukan penyematan tanda peserta MPLS kepada perwakilan siswa baru.
Hal ini menandai dimulainya lembaran baru bagi mereka untuk menuntut ilmu kejuruan di sekolah ini.
Tidak berhenti di situ, nilai spiritual dan adat yang kental semakin terasa saat prosesi Peusijuek (tepung tawar) digelar. Satu per satu perwakilan siswa baru ditepungtawari oleh tokoh adat setempat bersama kepala sekolah dan dewan guru.
Peusijuek ini dilakukan sebagai bentuk doa keselamatan, keberkahan, serta penguat mental bagi para siswa agar diberikan kelancaran dan kemudahan dalam menempuh pendidikan di SMK Negeri 1 Kluet Selatan.
Komitmen MPLS Ramah Anak
Kepala SMK Negeri 1 Kluet Selatan menegaskan bahwa konsep MPLS berbasis adat ini sengaja dipilih untuk mengikis stigma negatif tentang perundungan (bullying) yang kerap membayangi orientasi sekolah.
”Kami ingin para siswa baru merasa dihargai, aman, dan nyaman sejak hari pertama mereka melangkah di sini. Menghadirkan adat linto-dara baro, tari ranup lampuan, hingga peusijuek adalah cara kami memuliakan mereka sebagai bagian dari keluarga. Ini adalah komitmen kami untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang ramah, aman, dan berkarakter mulia,” ujarnya di sela-sela acara.
Dengan dimulainya MPLS ramah anak ini, SMK Negeri 1 Kluet Selatan tidak hanya sukses mengenalkan lingkungan fisik sekolah, tetapi juga berhasil menanamkan benih cinta budaya lokal serta memberikan rasa aman bagi siswa baru untuk bertumbuh dan berprestasi di masa depan.[]

Tidak ada komentar