Sekolah Rakyat: Investasi Peradaban untuk Memutus Mata Rantai Kemiskinan di Kota Subulussalam

3 menit membaca View : 8
Redaksi
Daerah, News - 19 Jul 2026

ASPIRATIF – Ketua DPRK Kota Subulussalam, Ade Fadly Pranata Bintang, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas hadirnya Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Republik Indonesia bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia sebagai salah satu kebijakan strategis dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat miskin dan rentan.

Menurut Ade Fadly, kehadiran Sekolah Rakyat merupakan momentum penting bagi Kota Subulussalam untuk menjawab persoalan pendidikan yang selama ini masih menjadi tantangan serius.

“Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Subulussalam per 11 Mei 2026, masih terdapat 577 Anak Tidak Sekolah (ATS) dan 463 Angka Putus Sekolah (APS). Angka ini harus menjadi perhatian bersama karena setiap anak yang kehilangan akses pendidikan berpotensi memperpanjang siklus kemiskinan antargenerasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa distribusi ATS yang cukup tinggi di sejumlah kecamatan menunjukkan perlunya intervensi yang lebih komprehensif.

Program Sekolah Rakyat diharapkan menjadi jembatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar kembali memperoleh hak atas pendidikan tanpa terbebani persoalan ekonomi.

Ade Fadly menilai manfaat Sekolah Rakyat tidak hanya sebatas mengembalikan anak ke bangku sekolah, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang terhadap pembangunan daerah.

“Semakin banyak anak yang kembali mengenyam pendidikan, maka angka putus sekolah akan menurun, rata-rata lama sekolah masyarakat akan meningkat, kualitas sumber daya manusia menjadi lebih baik, produktivitas ekonomi meningkat, dan pada akhirnya angka kemiskinan dapat ditekan secara berkelanjutan,” tambahnya.

Ia menambahkan bahwa berbagai penelitian pembangunan menunjukkan hubungan yang kuat antara peningkatan pendidikan dengan peningkatan pendapatan masyarakat. Pendidikan bukan sekadar urusan sekolah, melainkan investasi sosial yang menghasilkan manfaat ekonomi dalam jangka panjang.

Pendidikan sebagai Strategi Pengentasan Kemiskinan

Ketua DPRK menegaskan bahwa kemiskinan tidak cukup diselesaikan melalui bantuan sosial semata. Bantuan sosial memang penting sebagai perlindungan jangka pendek, namun pendidikan merupakan strategi paling efektif untuk mengubah masa depan keluarga miskin.

“Jika anak-anak dari keluarga miskin memperoleh pendidikan yang berkualitas, mereka memiliki peluang lebih besar memperoleh pekerjaan yang layak, meningkatkan kesejahteraan keluarga, sekaligus memutus rantai kemiskinan yang selama ini diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya,”katanya.

Karena itu, DPRK Kota Subulussalam siap memberikan dukungan melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan agar pelaksanaan Sekolah Rakyat berjalan optimal serta terintegrasi dengan program pendidikan daerah.

Kolaborasi Menjadi Kunci

Ade Fadly juga mengajak seluruh pemangku kepentingan Pemerintah Kota Subulussalam, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, pemerintah kecamatan, pemerintah kampong, tokoh masyarakat, dunia usaha, hingga organisasi kemasyarakatan untuk menjadikan Program Sekolah Rakyat sebagai gerakan bersama.

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari berdirinya sekolah, tetapi juga dari kemampuan pemerintah memastikan setiap anak tetap bertahan hingga menyelesaikan pendidikannya.

Apresiasi kepada Presiden dan Kementerian Sosial

Atas nama DPRK Kota Subulussalam, Ade Fadly Pranata Bintang menyampaikan penghargaan kepada Presiden Republik Indonesia dan Kementerian Sosial Republik Indonesia atas komitmen menghadirkan Sekolah Rakyat sebagai salah satu program prioritas nasional.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia dan Menteri Sosial beserta seluruh jajaran yang telah menghadirkan kebijakan berpihak kepada masyarakat miskin. Semoga Kota Subulussalam dapat menjadi salah satu daerah yang memperoleh manfaat optimal dari Program Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Ia berharap program tersebut menjadi titik awal lahirnya generasi baru Subulussalam yang lebih cerdas, produktif, berdaya saing, dan mampu membawa daerah keluar dari berbagai persoalan sosial-ekonomi.

“Pendidikan bukan sekadar membangun ruang kelas, tetapi membangun masa depan. Sekolah Rakyat adalah investasi negara untuk melahirkan generasi yang mampu memutus rantai kemiskinan dan membawa Subulussalam menuju kemajuan yang lebih inklusif,” tutupnya.[]

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *