Kajian An-Nisa Bahas “Spill Deeps: Candaan atau Kezaliman Berkedok ‘Cuma Jokes’?”

2 menit membaca View : 1
Redaksi
Daerah, News - 04 Okt 2026

ASPIRATIF – Kegiatan Kajian An-Nisa (Kajum) bertajuk “Spill Deeps: Candaan atau Kezaliman Berkedok ‘Cuma Jokes’?” dilaksanakan pada Jumat, 2 Oktober 2026, bertempat di Mushola SMAN 4 Banda Aceh. Kegiatan ini diikuti oleh siswi kelas X-5, X-6, X-7, dan X-8 serta terbuka untuk umum.

Mengangkat tema yang dekat dengan kehidupan remaja, kajian ini mengajak peserta untuk lebih kritis dalam memahami batas antara candaan, spill, dan perilaku yang dapat menyakiti atau merendahkan orang lain.

Fenomena “cuma bercanda” yang sering digunakan sebagai alasan setelah melontarkan perkataan atau melakukan tindakan yang menyakiti menjadi salah satu persoalan yang dibahas dalam kajian.

Sebagai penceramah, Ustazah Ir. Febi Mutia, S.T., M.Sc., yang juga dosen Teknik Pertambangan Universitas Syiah Kuala menyampaikan materi dengan pendekatan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Peserta diajak untuk memahami pentingnya menjaga lisan, menghargai perasaan orang lain, serta membangun komunikasi yang lebih bijak di lingkungan pertemanan maupun media sosial.

Kegiatan turut didampingi oleh ibu guru PAI pendamping, yaitu Yetty Mulyati, S.Pd., Hayatunnufus, S.Pd.I., dan Nelli, S.Pd. Kehadiran para pendamping diharapkan dapat menciptakan suasana kajian yang nyaman, interaktif, dan mendukung peserta untuk berdiskusi secara terbuka mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam kehidupan sosial.

Melalui Kajian An-Nisa, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman keagamaan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam membangun pertemanan yang sehat, saling menghormati, dan bebas dari perilaku yang merugikan orang lain.

Pesan utama kegiatan ini adalah bahwa candaan tetap memiliki batas; sesuatu yang dianggap lucu oleh satu orang belum tentu tidak menyakitkan bagi orang lain.

Kegiatan ditutup dengan ajakan kepada para peserta untuk menjadi generasi muda yang mampu berpikir sebelum berbicara, bijak dalam berinteraksi, dan berani menghentikan kebiasaan yang berpotensi menyakiti sesama.[]

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *