
Sebagai partai pengusung pada Pilkada 2024, sikap Partai Nanggroe Aceh (PNA) menyatakan oposisi di Pemerintahan H.Mirwan dan H.Baital Mukadis (MANIS) sudah tepat. Pasalnya, langkah ini menjadi warning bagi Mirwan-Baital dalam menjalankan setiap kebijakan di Pemerintahan.
Bahkan, sikap ini seharusnya diumumkan sejak dulu, sehari setelah Mirwan dan Baital dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan 17 Februari 2025 atau 10 bulan lalu.
Sebab, PNA sebagai salah satu partai pemenang Pemilu 2024 dan memegang pucuk pimpinan di DPRK sudah sepatutnya menjadi penyeimbang di pemerintahan.
Begitupun, sikap PNA ini harus juga diikuti oleh Partai Aceh (PA) dan Nasdem sehingga memiliki posisi kuat di legislatif. PA dan Nasdem juga memiliki posisi strategis di DPRK Aceh Selatan sebagai pimpinan.
Bayangkan, jika PNA,PA dan Nasdem menjadi oposisi di Pemerintahan MANIS, maka akan menjadi kekuatan yang dahsyat dan diperhitungkan. Itu sebab, koalisi ini sangat tidak diinginkan oleh para pendukung pasangan Mirwan dan Baital.
Sambil seruput kopi pahit, mari kita analisis bersama peta kekuatan di DPRK Aceh Selatan jika PNA,PA dan Nasdem menjadi oposisi atau penyeimbang di pemerintahan Mirwan dan Baital.
Pada pemilu legislatif 2024 lalu,PNA,PA dan Nasdem merupakan partai pemenang pemilu dan menjadi pimpinan DPRK di Kabupaten Aceh Selatan.
Di DPRK, PNA menjabat ketua, PA dan Nasdem sebagai wakil ketua, meskipun secara perolehan suara Nasdem meraih suara terbanyak, namun secara perolehan kursi kalah dari PA dan PNA. Nasdem memperoleh 4 kursi, sementara PNA dan PA meraih 5 kursi.
Begitupun, pada Pilkada 2024 lalu, PNA dan PA bersepakat mengusung pasangan Amran dan Akmal (AMAL).Sedangkan Nasdem mengusung Darmansyah dan Sudirman (IDAMAN) dengan hasil akhir dimenangkan oleh H.Mirwan dan H.Baital Mukadis (MANIS) yang diusung oleh koalisi besar Partai Nasional (Parnas) seperti Gerindra, Demokrat, Golkar,PAN,PKB,PPP,PKS, Gelora dan beberapa partai non kursi lainnya.
Jika misalnya,PNA, PA dan Nasdem bergabung dan membangun poros baru di DPRK dengan kekuatan 14 kursi, ini akan menjadi kekuatan yang maha dahsyat dan diperhitungkan. Di sisi lain, posisi PNA,PA dan Nasdem sebagai pimpinan di DPRK Aceh Selatan menambah koalisi ini semakin kuat.
Sebaliknya, koalisi partai pendukung Mirwan dan Baital (MANIS) yang berjumlah 16 kursi diprediksi akan goyang dan keropos jika koalisi PNA,PA dan Nasdem terbentuk.
Sebab, koalisi ini hanya mencari dukungan 2 kursi lagi untuk memenuhi kuota 50 persen lebih satu dari 30 jumlah anggota DPRK Aceh Selatan.
Andaikan PAN atau Golkar memilih bergabung dengan koalisi PNA,PA dan Nasdem, dipastikan koalisi MANIS di DPRK Aceh Selatan akan “klepek klepek” dan bubar.
Namun, jika hanya PNA saja yang oposisi, sementara PA dan Nasdem masih wait and see dan “cuek bebek” maka tidak akan berpengaruh besar terhadap pemerintahan Mirwan dan Baital.
Bagaimana sikap PA dan Nasdem pasca PNA menyatakan sikap oposisi kita lihat saja nanti.[Red]
Tidak ada komentar