
ASPIRATIF .ID — H. Ansyari SE S.Pd. Gr guru dedikasi yang menginspiratif bagi insan pendidik khususnya di Kota Banda Aceh dan umumnya di Provinsi Aceh kini telah memasuki purna tugas sebagai seorang guru.
Ia lahir di Tebing Tingi, Sumatera Utara pada 8 Oktober 1965. Kini berdomisili di Kota Banda Aceh.
Suami dari Hj. Jamilah MPd itu perjalanan dinasnya sudah banyak berkiprah di dunia pendidikan. Ia memulai karir di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kota Banda Aceh.
Kemudian mengabdikan diri di SLB-CYPAC, SLB-B YPAC dan SLB Bukesra Banda Aceh sebagai guru honor.
Setelah sekian lama mengabdikan diri di SLB Bukesra, lalu menjadi Guru Bantu Pusat dengan legalistas NIGB.
Ansyari kepada media ini, Sabtu (1/11/2025) saat menerima SK purna bakti menceritakan, dirinya pernah mewakili Aceh ke Surakarta karena merai juara satu lomba pembuatan alat peraga IPS.
“Juara 1 pembuatan alat peraga IPA daruli Provinsi Aceh dan menjadi perwakilan ke tingkat nasional yang diselenggarakan di Provinsi Jawa Barat merupakan pengalaman yang tak pernah dilupakannya,” ujar Ansyari.
Katanya, ia pernah juara satu lomba pidato tingkat Provinsi Aceh dan menjadi perwakilan ke Bali, serta pernah menjadi pendamping siswa SLB baik lomba mengarang puisi , lomba tenes meja, lomba menyanyi, semuanya hingga sampai ke tingkat nasional.
Kemudian, ia pernah mewakili guru Pendidikan Luar Biasa (PLB) berdidikasi tahun 2007 denga menerima langsung oiagam penghargaan dari Menteri Pendidikan Nasional
“Hadiah umrah pertama sekali diberikan oleh Gubernur Aceh semasa Irwandi Yusuf dengan meraih juara satu guru berdedikasi tingkat provinsi,” sebut Ansyari.
Diceritakannya, sekembalinya ia dari istana negara. Satu bulan kemudian mendapat SK pengangkatan sebagai guru CPNS ditugaskan di SD Negeri 24 Banda Aceh
“Lima tahun kemudian, saya dimutasikan ke SD Negeri 25 Banda Aceh, merupakan sekolah inkslusi dan pernah menjadi perwakilan guru berdedikasi, dan mengantarkan saya sebagai guru berdedikasi mewakili Aceh ke tingkat nasional,” ucap Ansyari.
Ia mengabdikan diri di SD Negeri 25 Banda Aceh hingga memasuki masa purna tugas yang menerima SK tepat tanggal 1 November 2025.
Pakar PLB ini menghabiskan masa baktinya bersama anak-anak spesial di sekolah inklusi SD Negeri 25 Banda Aceh.
Anak dari lima orang putra dan putra ini dikenal dengan sosok guru yang sangat menyenangkanbagi murid-muridnya. Bahkan ia tidak pernah bosan membersamai anak-anak dalam pembelajaran seperti ke Museum Aceh, Museum Tsunami Aceh, Lhouk Sejuk, Hutan Taman Kota, dan ke lokasi lainnya.
“Setiap tahun saya melakukan buka bersama saat bulan suci Ramadhan dengan para murid di kelasnya,” ungkap kakek yang memiliki tujuh orang cucu ini.
Ditambahkannya, kadang ia menghabiskan waktunya pada sore hari sambil menyalurkan bakat anak-anak di sekolah, dan selalu mendampingi mereka baik olahraga futsal.
“Adapun prestasi lain selama menjadi guru SD Negeri 25 inklusi ini, saya pernah dua kali menjuarai lomba mengajar dari pusat Balai Bahasa Nasional menjadi juara dua dan harapan dua,” tutur Ansyari.
Dedikasi Ansyari sebagai guru dedikasi yang sampai di tingkat nasional menjadi inspirasi bagi para insan pendidik yang mencintai anak-anak berkebutuhan khusus dengan tulus dan ikhlas.[]
Tidak ada komentar