Saluran Irigasi Rusak Parah, Petani Krueng Batu Minta Pemerintah Daerah Bertindak

2 menit membaca View : 10
Redaksi
Daerah, News - 07 Okt 2026

ASPIRATIF – Petani Gampong Krueng Batu Kecamatan Kluet Utara meminta pemerintah Kabupaten Aceh Selatan bertindak terkait saluran irigasi yang mengalami rusak parah dan berlumpur.

Akibatnya, distribusi air ke saluran tersier secara total yang menyebabkan masyarakat setempat gagal tanam.

Padahal, saluran irigasi tersebut menjadi urat nadi pengairan sawah warga tersebut amat memprihatinkan.

Tengok saja, sedimen lumpur yang menumpuk sekian lama kini makin mendangkal, bahkan nyaris membendung penuh aliran air.

Tak heran, jika masyarakat setempat frustasi atas ‘cuek bebek’ nya pemerintah daerah.

​Keujrun Blang Dusun, Abdurrahman misalnya, mengungkapkan rasa frustrasinya atas kondisi yang seolah tak kunjung mendapat penanganan permanen dari pihak berwenang.

​”Inilah kerjaan kami setiap kali hendak turun sawah. Kondisi irigasi ini sudah sangat rusak parah dan sedimennya sudah hampir menjadi daratan, ditambah lagi semak belukar,” katanya, Rabu (7/10).

Itu sebab, warga akhirnya memilih mengambil langkah darurat secara swadaya.

Berbekal cangkul dan sekop, para petani turun langsung mengeruk endapan lumpur hitam secara manual.

Tak hanya itu, dinding turap irigasi yang ambrol dan jebol terpaksa ditambal seadanya menggunakan susunan karung berisi tanah dan pasir untuk menahan kebocoran.

​Sebagai fasilitas umum yang berada di bawah wewenang Pemerintah, krisis air ini menuntut intervensi aksi cepat dan pengerukan menggunakan alat berat.

Aksi gotong royong manual yang berulang kali dilakukan warga hanyalah penanganan sementara yang menguras tenaga, tanpa menyelesaikan akar masalah.

​”Kami sangat kesulitan setiap hendak musim tanam. Kami sangat berharap pemerintah turun tangan melakukan pengerokan sedimen lumpur secara menyeluruh. Perhatian pemerintah sangat kami nantikan demi kelangsungan hidup petani dan mendukung program swasembada pangan,” ujar  Abdurrahman.

​Kini, para petani Krueng Batu hanya bisa menggantungkan asa pada respons cepat pemerintah daerah.

Jika saluran irigasi sekunder ini terus diabaikan, asa mewujudkan ketahanan pangan daerah dipastikan kandas di tengah hamparan sawah yang kekeringan. []

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *