
ASPIRATIF – Komitmen memperkuat kualitas pendidikan vokasi terus ditunjukkan oleh SMK Negeri 1 Kluet Selatan Kabupaten Aceh Selatan.
Pasalnya, Dua guru kejuruan Desain Komunikasi Visual (DKV).mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Peningkatan Kompetensi Guru Kejuruan Berbasis Industri Upskilling dan Reskilling Batch 8 yang diselenggarakan secara luring di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Bangunan dan Listrik (BBPPMPV BBL) Medan.
Program pelatihan ini dirancang oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) guna menyelaraskan (link and match) keterampilan para tenaga pendidik vokasi dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan nyata di dunia kerja dan dunia industri (DUDI).
Selama pelatihan berlangsung di Medan, para peserta dibekali dengan penguatan materi teori terkini, praktik laboratorium modern, hingga pemanduan langsung dari instruktur serta praktisi industri berpengalaman.

Kepala SMKN 1 Kluet Selatan Hariya Haldin menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas keterlibatan dua pendidik tersebut dalam diklat skala regional ini.
Menurutnya, partisipasi aktif guru dalam program upskilling dan reskilling merupakan langkah krusial untuk menjaga relevansi kurikulum sekolah dengan tuntutan industri.
“Pendidikan kejuruan bergerak sangat dinamis. Melalui pelatihan berbasis industri ini, para guru tidak hanya memperbarui keahlian teknis (hard skills), tetapi juga membawa standar budaya kerja industri ke dalam ruang kelas. Hasilnya tentu akan dirasakan langsung oleh para siswa,” katanya,Selasa (6/10).
Keikutsertaan dua pendidik ini diharapkan dapat membawa dampak transformatif bagi proses pembelajaran di SMKN 1 Kluet Selatan, khususnya dalam melahirkan lulusan yang terampil, kompeten, dan siap bersaing di pasar kerja global.[]

Tidak ada komentar