Eks Kewedanaan yang Masih Tersisa Itu Bernama Bakongan 

3 menit membaca View : 8
Redaksi
Editorial, News - 30 Sep 2026

DAHULU, Kabupaten Aceh Selatan memiliki 3 Kewedanaan utama, yaitu Kewedanaan Tapaktuan, Kewedanaan Bakongan dan Kewedanaan Singkil.

Istilah wedana merujuk pada pemimpin wilayah Kewedanaan, yaitu tingkatan administrasi di bawah kabupaten dan di atas kecamatan yang sempat digunakan pada masa Hindia Belanda hingga awal kemerdekaan Indonesia.

Seiring perjalanan waktu, Eks Kewedanaan Singkil pada tahun 1999 mengajukan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) sebagai mana diatur dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah yang menjadi tonggak awal pelaksanaan otonomi daerah yang luas di era reformasi.

Hasilnya, pada 27 April 1999 Eks Kewedanaan Singkil secara resmi menjadi Kabupaten Aceh Singkil sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Selatan berdasarkan Undang-undang Nomor 14 Tahun 1999 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II Aceh Singkil.

Selain Aceh Singkil, Kabupeten Aceh Barat Daya (Abdya) yang merupakan Eks Kewedanaan Tapaktuan yang berpusat di Blangpidie juga melakukan hal yang sama.Tepat pada tanggal 10 April 2022 Kabupaten dengan julukan Breuh Sigupai itu resmi terbentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 4 Tahun 2002.

Lalu bagaimana dengan Eks Kewedanaan Bakongan yang sampai saat ini belum menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB). Padahal sama-sama memiliki peluang untuk mekar dari Kabupaten Aceh Selatan.

Begitupun, usaha dan upaya untuk lepas dari Kabupaten Aceh Selatan sudah pula dilakukan. Faktanya, hingga saat ini masih belum membuahkan hasil.

Sebagai catatan yang perlu diingat bersama, sekitar tahun 2004, upaya untuk mewujudkan Eks Kewedanaan Bakongan menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) sudah pernah dilakukan. Penulis yang saat itu, masih berstatus sebagai Mahasiswa ikut dalam kepanitiaan di Banda Aceh.

Semua kelengkapan administrasi sudah disiapkan, peluang untuk mekar dari Kabupaten Aceh Selatan sudah terbuka lebar. Namun, perdebatan terjadi saat penentuan Ibukota Kabupaten.

Akibatnya, panitia terbelah, sebagian menginginkan ibukota di Kotafajar Kluet dan sebagian lagi menginginkan di Bakongan dengan histori eks Kewedanaan. Hasilnya, perjuangan untuk pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Eks Kewedanaan Bakongan bubar.

Padahal,jika saat itu kita mau belajar dari Kabupaten Aceh Singkil yang kemudian melahirkan Pemko Subulussalam, mungkin saat ini sudah ada Pemko Kluet Raya dan Kabupaten Bakongan Raya.

Semangat Aceh Selatan Jaya (ASJA)

Meskipun Pemerintah belum mencabut moratorium pembentukan Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB), namun tidak menjadi penghalang bagi pejuang CDOB untuk terus mendesak pemerintah pusat agar segera mencabut moratorium. Salah satunya, panitia pembentukan CDOB Aceh Selatan Jaya (ASJA).

ASJA merupakan replika dari Eks Kewedanaan Bakongan yang memiliki asa bahwa Eks Kewedanaan suatu saat akan menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) dengan Ibukota Bakongan.

Semangat ini harus kita dukung bersama mulai dari Kecamatan Gampong Ujung Pasie Raja hingga ke Gampong Kapa Sesak Trumon Timur. Mari kita hilangkan ego sektoral yang pada akhirnya membuat kita terpecah belah.

Pengalaman masa lalu yang hanya menjadi catatan kelam bagi generasi selanjutnya harus sama-sama kita hentikan. Eks Kewedanaan Bakongan adalah histori yang tidak bisa dihilangkan dalam catatan sejarah. []

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *