Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2025 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025). (Dok.ANTARA)
ASPIRATIF – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan seluruh barang bersubsidi dari pemerintah disalurkan melalui Koperasi Desa/Kelurahan (KDMP) Merah Putih.
Kebijakan itu ditempuh untuk memastikan subsidi diterima masyarakat yang berhak sekaligus menutup celah penyimpangan distribusi.
“Semua barang subsidi harus disalurkan kepada rakyat melalui Koperasi Desa Merah Putih. Harus, saya katakan ini harus. Barang subsidi rakyat tidak boleh diperdagangkan supaya yang membutuhkan, dialah yang terima,” ujar Prabowo dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 di Jakarta Pusat pada Minggu (12/7/2026).
Menurut Prabowo, selama ini masih banyak barang bersubsidi yang tidak sampai kepada masyarakat yang berhak karena terjadi penyimpangan dalam proses distribusi.

“Karena banyak barang subsidi diselewengkan, tidak sampai ke rakyat yang perlu, tapi diatur-atur sedemikian. Bahkan banyak yang diselundupkan ke luar negeri,” ujarnya.
Ia mengatakan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan dikembangkan sebagai pusat layanan ekonomi desa yang terintegrasi. Nantinya, koperasi tidak hanya menjalankan fungsi simpan pinjam, tetapi juga menyediakan berbagai layanan yang dibutuhkan masyarakat.
“KDKMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di dalam ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa, logistik desa, gudang, cold storage, serta berbagai layanan ekonomi lainnya,” kata Prabowo.
Selain itu, pemerintah juga akan membentuk koperasi khusus nelayan yang dilengkapi fasilitas pendukung, seperti gudang pendingin, pabrik es, hingga kapal penangkap ikan.
Prabowo menegaskan kapal-kapal tersebut tidak diberikan secara cuma-cuma, melainkan dibiayai melalui skema cicilan yang dibayar koperasi dari hasil usaha penangkapan ikan.
“Mereka bukan terima hadiah. Mereka cicil kembali dari hasil tangkapan ikan mereka. Mereka akan cicil semua uang yang kita pinjamkan,” ujarnya.
Ia memperkirakan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mampu meningkatkan perputaran ekonomi di desa hingga Rp 223 triliun per tahun.
Di sisi lain, pendapatan petani, peternak, dan nelayan diproyeksikan bertambah sekitar Rp 202 triliun setiap tahun.[]
Sumber : Kompas.Com

Tidak ada komentar