Foto : Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Aceh Selatan,Rahmad Kurniadi,SHASPIRATIF|ACEH SELATAN – Pemuda Muhammadiyah Aceh Selatan menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pengalihan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pemanfaatan kantin sekolah sebagai dapur penyedia makanan bagi peserta didik.
Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Aceh Selatan, Rahmad Kurniadi, S.H., menilai bahwa kebijakan tersebut merupakan langkah yang tepat dalam meningkatkan efektivitas program MBG sekaligus memberdayakan sumber daya yang telah tersedia di lingkungan sekolah.
“Kami mendukung penuh kebijakan pemanfaatan kantin sekolah sebagai bagian dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Langkah ini diyakini dapat mempercepat distribusi makanan kepada siswa, meningkatkan efisiensi anggaran, serta memberikan dampak ekonomi bagi pengelola kantin dan masyarakat sekitar sekolah,” ujar Rahmad Kurniadi.
Menurutnya, kantin sekolah memiliki keunggulan karena berada langsung di lingkungan penerima manfaat sehingga proses penyediaan dan pengawasan makanan dapat dilakukan dengan lebih mudah dan efektif.

Selain itu, kebijakan ini juga dapat mengurangi biaya operasional yang selama ini dibutuhkan untuk pembangunan dan pengelolaan dapur terpusat.
Namun demikian, Pemuda Muhammadiyah Aceh Selatan menegaskan bahwa pemerintah harus memastikan seluruh kantin yang terlibat memenuhi standar kebersihan, keamanan pangan, dan kualitas gizi yang telah ditetapkan.
Pendampingan, pelatihan, serta pengawasan yang berkelanjutan menjadi faktor penting agar tujuan utama program MBG benar-benar tercapai.
Pemuda Muhammadiyah Aceh Selatan juga mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, pihak sekolah, komite sekolah, hingga masyarakat untuk bersama-sama mendukung dan mengawal pelaksanaan program tersebut demi terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
“Kami berharap kebijakan ini dapat menjadi solusi yang efektif dalam memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi sekolah. Yang terpenting, kebutuhan gizi peserta didik harus tetap menjadi prioritas utama,” tutup Rahmad Kurniadi.[]

Tidak ada komentar