Guru SD dari Kecamatan Meukek Ikut Pelatihan Digitalisasi Pembelajaran

Redaksi
16 Apr 2026 14:03
Daerah News 0 17
3 menit membaca

ASPIRATIF.ID – Sebanyak 21 orang guru perwakilan jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan, mengikuti kegiatan pelatihan digitalisasi pembelajaran untuk guru, berlangsung di SD IT Insan Madani Meukek, Rabu (15/04/2026).

Kepala SD IT Insan Madani Meukek, Nelayanti Despan, SH SPd kepada media ini, Kamis (16/4) mengatakan, sebagai tuan rumah sekaligus ia juga sebagai pemateri mengapresiasi kegiatan ini.(*)

“Ini pelatihan yang sudah lama kami tunggu. Guru-guru kami jadi lebih percaya diri pakai teknologi di kelas,” ujar Melayanti.

Ia mengharapkan, sepulang dari sini mereka bisa jadi motor penggerak digitalisasi di sekolah, dan murid kami tidak tertinggal dari sekolah-sekolah yang ada di perkotaan.

Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS), Afrizal MPd meuturkan, agar ilmu dari pelatihan ini tidak berhenti di ruangan saja.

“Bapak dan ibu yang hadir di sini adalah agen perubahan. Tolong tularkan ke rekan-ekan guru lainnya melalui Kelompok Kerja Guru (KKG) atau kegiatan di sekolah masing-masing,” tandas Afrizal.

Salah satu peserta kegiatan Gita Nadia, yang merupakan salah satu guru SD IT Insan Madani Meukek, mengaku pelatihan sangat dengan adanya pelatihan tersebut sangat terbantu.

“Ternyata banyak aplikasi gratis yang bisa dipakai buat bikin kuis, video pembelajaran, sampai rekap nilai otomatis. Jadi lebih efisien,” ucapnya.[]

Pengawas SD Kecamatan Meukek, Kamarudzaman SPd kepada media ini, Kamis (16/4) mengatakan, pelatihan tersebut digelar dengan tujuan meningkatkan kompetensi guru SD dalam memanfaatkan teknologi digital di kelas.

Katanya, adapun materi pelatihan mencakup penggunaan platform pembelajaran digital, pembuatan media ajar interaktif, pemanfaatan AI untuk pendidikan, hingga strategi asesmen digital.

“Melalui pelatihan ini diharapkan mempercepat transformasi pembelajaran agar lebih menarik, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan murid di era digital,” kata Kamarudzaman.

Dikatakannya, bahwa digitalisasi bukan sekadar memindahkan buku ke layar, tapi mengubah pola pikir mengajar guru di kelas.

“Guru harus jadi fasilitator yang melek teknologi. Kalau guru siap, maka anak-anak Meukek siap bersaing di era teknologi,” tegasnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, ke depan kita berharap 21 guru ini dapat menjadi pilot project digitalisasi di sekolahnya masing-masing.

“Targetnya, seluruh SD di Meukek sudah menerapkan pembelajaran digital minimal 50% pada semester ganjil tahun ajaran 2026/2027,” sebut Kamarudzaman.

Sementara itu, pemateri pada kegiatan ini, Hubbul Wathan SPd menjelaskan, bahwa penggunaan papan interaktif digital bukan sekadar mengganti perangkat keras.

Namun katanya, mengubah paradigma guru dari satu-satunya sumber informasi menjadi fasilitator. Hal ini menciptakan ruang baru untuk kolaborasi dan pengembangan ide.

“PID (Papan Interaktif Digital) sangat besar manfaatnya bagi murid diantaranya, materi yang disajikan secara interaktif dan kolaboratif membuat siswa lebih semangat dan tidak bosan,” ungkap Kepala SD Negeri 9 Tapaktuan ini.

Kemudian ungkap Hubbul, mendorong peserta didik untuk berinteraksi langsung dengan konten digital, yang pada gilirannya meningkatkan kemandirian dan kemampuan berpikir kritis.

Salah seorang peserta yang juga guru SD IT Insan Madani Meukek, Gita Nadia SPd mengaku pelatihan ini sangat membantu dengan adanya pelatihan digitalisasi untuk pembelajaran yang akan diterapkan untuk peserta didik.

“Ternyata banyak aplikasi gratis yang bisa dipakai buat bikin kuis, video pembelajaran, sampai rekap nilai otomatis. Jadi lebih efisien,” ungkap Gita.(*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga
x
x