Tangis Masyarakat Pecah, KSPA dan Ikatan Cut Putroe Bangsawan Hadir Menyapa Luka Beutong

Redaksi
17 Mar 2026 22:37
Daerah News 0 64
2 menit membaca

ASPIRATIF.ID – Haru dan tangis tak terbendung menyelimuti kunjungan Komunitas Sahabat Peduli Aceh (KSPA) bersama Ikatan Cut Putroe Bangsawan Aceh (ICPBA) di kawasan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Senin (16/3/2026).

Kehadiran rombongan yang membawa bantuan bagi korban banjir itu menjadi dukungan di tengah duka yang masih dirasakan masyarakat.

KSPA yang dikoordinatori oleh Azwar Umri berkolaborasi dengan ICPBA di bawah kepemimpinan Cut Sawadi TRD, turun langsung menyapa warga di sejumlah gampong terdampak.

banner 350x350

Wilayah Beutong Ateuh sendiri merupakan salah satu daerah yang sempat dilanda banjir besar beberapa waktu lalu, meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, bantuan yang disalurkan berupa mukena, kain sarung, sajadah, pembalut wanita, garam dapur, serta sejumlah santunan uang tunai.

Bantuan ini disambut penuh haru oleh warga yang selama ini masih berjuang bangkit dari dampak bencana.

Sejumlah gampong yang menjadi titik kunjungan di antaranya Babah Dua, Babah Suak, Kuta Teugoh, serta Pesantren Almarhum Tengku Bantakiah yang berada di Gampong Meurandeh, Beutong Ateuh.

Tak sedikit warga yang meneteskan air mata saat menerima bantuan. Rasa syukur dan terima kasih mereka ungkapkan atas kepedulian yang diberikan oleh KSPA dan ICPBA.

Bagi masyarakat, kehadiran para relawan bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga menguatkan semangat dan harapan di tengah keterbatasan.

“Kami sangat terharu. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Semoga kebaikan ini dibalas oleh Allah dan terus berlanjut,” ungkap salah satu warga dengan mata berkaca-kaca.

Masyarakat Beutong Ateuh berharap kolaborasi antara KSPA dan ICPBA tidak berhenti sampai di sini. Mereka menginginkan adanya program lanjutan yang dapat membantu pemulihan kehidupan warga, baik dari segi ekonomi, pendidikan, maupun sosial.

Kehadiran KSPA dan ICPBA menjadi bukti bahwa solidaritas dan kepedulian masih hidup di tengah masyarakat Aceh. Di balik duka, secercah harapan kembali tumbuh di Beutong Ateuh Banggalang.[]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x