
ASPIRATIF.ID – Cut Fauza Nella, siswi kelas XI SMA Negeri 1 Matangkuli Kabupaten Aceh Utar resmi dinobatkan sebagai juara dua pada gelaran Inong Aceh Utara 2026.
Cut Fauza Nella berhasil mencatatkan namanya di jajaran pemenang setelah bersaing ketat dengan sepuluh finalis Inong terbaik lainnya di Bumi Pase.
Pengumuman grand final “Pemilihan Agam Inong Aceh Utara” berlangsung meriah di Aula Setdakab kabupaten setempat, Sabtu (2/5/2026) malam.
Hal itu disampaikan Kepala SMA Negeri 1 Matangkuli, Zulfikar MPd kepada media ini, Minggu (3/5) yang megatakan, di balik gemerlap lampu panggung, sebuah prestasi membanggakan berhasil ditorehkan oleh siswi dari sekolah yang ia pimpin, atas nama Cut Fauza Nella dinobatkan sebagai juara dua Inong Aceh Utara.
Katanya, Fauza berhasil mencatatkan namanya di jajaran pemenang setelah bersaing ketat dengan sepuluh finalis inong terbaik lainnya di Bumi Pase.
Zulfikar menjelaskan, gadis kelahiran Paya Ketengger, 5 November 2008 ini dikenal sebagai sosok pelajar yang tekun. Sebagai anak sulung dari pasangan Amarhum Amiruddin dan Bunizar, warga Rayeuk Pirak ini telah menunjukkan potensi besar sejak duduk di kelas X.
Mantan Kepala SMA Negeri 2 Sawang ini menuturkan, Fauza bukan saja unggul secara akademik, ia juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.
“Saya hadir langsung memberikan dukungan, tentu saja ttidak dapat menyembunyikan rasa bangganya, bahwa pihak sekolah telah memberikan dukungan penuh, baik secara moril maupun materil, sejak tahap seleksi awal hingga malam puncak,” ucap Zulfikar.
Lebih lanjut diungkapkannya, Ini adalah kado indah bagi keluarga besar SMA Negeri 1 Matangkuli di Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026. Fauza adalah representasi peserta didik yang gigih.
“Sejak awal, kami melihat potensi besar dalam diri Fauza, baik dari segi wawasan (brain), kepribadian (behavior), maupun penampilan (beauty),” ujarnyam
Zulfikar berharap, prestasi ini tidak membuat Fauza cepat berpuas diri, namun menjadi batu loncatan untuk kontribusi yang lebih besar bagi daerah.
Ditambahkannya, Fauza dapat menjadi duta pariwisata yang amanah dan mampu mempromosikan kearifan lokal Aceh Utara dengan tetap menjunjung tinggi nilai syariat.
“Semoga prestasi ini juga memotivasi bagi peseta didik lainnya khususnya di SMA Negerin1 Matangkuli untuk terus mengukir prestasi di bidang apapun,” tandasnya.
Persaingan Ketat
Malam penobatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Disporapar Ekraf Aceh Utara, Zulkifli SAg MPd.
Dalam ajang bertajuk “Pulih Lebih Cepat, Tumbuh Lebih Kuat.” Gelar Agam Aceh Utara 2026 diraih oleh Saidul Qausar, dan mahkota Inong disematkan kepada Mud Maina.
Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Umar Ali SSos MAP menyampaikan, bahwa para pemenang ini akan menjadi ujung tombak promosi wisata Kabupaten Aceh Utara.
“Mereka adalah wajah Bumi Pase. Kita butuh generasi yang mampu membawa pariwisata kita ke kancah global tanpa meninggalkan jati diri sebagai masyarakat yang Islami,” ungkapnya.
Umar meyebutkan, deretan finalis Agam yang bersaing malam itu adalah Fahrul Rosi, Ahmad Jailani, Muhammad Al-faraby, Ryan Oryza, Shahibul Kautsar, Fazillah, Al-Munziri, T M Haikal Rusli, Hafiz Raiyan, dan Muammar Khadafi.
Kemudian disebutkannya, di barisan finalis Inong yaitu, Cut Fauza Nella bersaing dengan Mutmainnah, Vathia Najwa, Raudha Rachel Alysse, Renia Anjani, Raisa Amanda Putri, Nazikha Syal Shabilla, Cut Putriyani, Asmaul Husna, dan Cut Isha Raudhatul.[]
Tidak ada komentar