Simulasi Teknologi Fermentasi dan Irigasi Tetes USK Bantu Pemulihan Pascabanjir di Bireuen

Redaksi
18 Feb 2026 17:01
Daerah News 0 50
2 menit membaca

ASPIRATIF.ID – Tim Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan simulasi penggunaan teknologi tepat guna melalui Program PKM Mahasiswa Berdampak untuk pemberdayaan masyarakat dalam pemulihan dampak bencana di Sumatera tahun 2026.

Kegiatan ini berlangsung di Gampong Teupin Raya, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen.
Program tersebut dipimpin Dr. drh. Masda Admi, M.Si bersama tim dosen dan mahasiswa, dengan fokus pada penerapan teknologi fermentasi pakan ternak serta irigasi tetes guna mendukung pemulihan sektor pertanian dan peternakan masyarakat pascabanjir.

Dalam kegiatan itu, tim menyerahkan sejumlah peralatan teknologi tepat guna, seperti mesin pencacah rumput (chopper) dan alat penetasan telur, kepada masyarakat.

banner 350x350

Bantuan ini bertujuan membantu warga kembali bangkit melalui pendekatan terintegrasi sektor pertanian dan peternakan dengan memanfaatkan potensi lokal.

Selain penyerahan alat, tim pengabdian juga menyediakan bibit rumput pakan ternak yang ditanam mahasiswa di lahan kelompok ternak masyarakat sebagai bahan baku fermentasi pakan.

Dari sektor pertanian, mahasiswa melakukan demonstrasi pembuatan sistem irigasi tetes untuk tanaman pala wilaja sebagai upaya menjaga ketahanan pangan.

Pelaksanaan program dipusatkan di Gampong Teupin Raya karena wilayah tersebut berbatasan langsung dengan Sungai Peusangan, sehingga memiliki potensi sumber daya alam sekaligus kerawanan tinggi terhadap banjir.

Sebelum bencana, mayoritas warga menggantungkan hidup dari pertanian sawah, kebun, serta peternakan sapi, kambing, dan ayam pekarangan.

Kegiatan PKM Mahasiswa Berdampak ini berlangsung sejak 3 Februari hingga 22 Februari 2026, melibatkan dua kelompok usaha masyarakat yakni Kelompok Peternak Sejati dan Kelompok Petani Tangguh sebagai mitra.

Tim dosen yang terlibat terdiri atas Dr. drh. Masda Admi, M.Si sebagai ketua, bersama anggota Dr. Hendri Syah, S.Tp., M.Si; Ir. Said Mirza Pratama, S.Pt., M.Si., IPM; serta drh. Azhari, M.Si yang memiliki kepakaran di bidang mikrobiologi, teknologi pertanian, nutrisi dan teknologi pakan ternak, serta kesehatan masyarakat veteriner.

Keuchik Teupin Raya, Syahrul Fuadi, S.Kom, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai program ini memberi dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam penerapan fermentasi pakan ternak dan pembangunan irigasi tetes.

“Program ini menjadi solusi dalam memenuhi kebutuhan pakan ternak masyarakat. Inovasi irigasi tetes juga memberi wawasan baru dalam memanfaatkan lahan bekas banjir yang tertimbun pasir,” ujarnya, Rabu 18 Februari 2026.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut agar masyarakat semakin siap menghadapi tantangan krisis di masa mendatang serta mampu memanfaatkan teknologi sederhana untuk meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi rumah tangga.[]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x