Tim PDB Aceh Selatan Perkuat Penanganan Banjir, Warga Terdampak Terus Dipantau

3 menit membaca View : 1
Redaksi
Daerah, News - 02 Nov 2026

ASPIRATIF – Penanganan banjir di Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, masih berlangsung. Tim Penanggulangan Darurat Bencana (PDB) yang melibatkan unsur TNI, Polri dan BPBD terus bergerak di tengah kondisi air yang masih berubah-ubah.

Petugas tidak hanya memantau perkembangan genangan, tetapi juga turun langsung memastikan warga yang terdampak tetap dalam kondisi aman. Evakuasi dilakukan secara bertahap terhadap masyarakat yang berada di lokasi dengan genangan tinggi, terutama kelompok rentan.

Kepala Data, Informasi dan Humas Posko Komando Darurat Aceh Selatan, Dicky Ichwan, S.STP, mengatakan kondisi di lapangan masih dinamis. Menurutnya, perkembangan ketinggian air menjadi salah satu indikator utama dalam menentukan langkah penanganan.

“Situasi di lapangan terus kami pantau. Ketika kondisi mengharuskan warga berpindah, tim akan segera melakukan evakuasi. Prioritas kami adalah keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak, bayi, balita dan lansia,” ujar Dicky,Senin (02/11).

Di Desa Cot Bayu, kondisi genangan masih cukup tinggi. Air di sejumlah ruas jalan mencapai sekitar 70 hingga 120 sentimeter, sementara air yang masuk ke rumah warga berkisar 30 hingga 60 sentimeter.

Dari 38 kepala keluarga atau 114 jiwa yang terdampak, sebanyak 18 KK atau 72 jiwa telah memilih mengungsi ke TPA Desa Cot Bayu maupun ke rumah keluarga.

Sementara itu, kondisi di Desa Lhok Raya mulai menunjukkan perkembangan positif. Air di sejumlah lokasi perlahan mengalami penurunan.

Meski demikian, genangan masih ditemukan dengan ketinggian sekitar 15 hingga 55 sentimeter di jalan dan 10 hingga 60 sentimeter di dalam rumah.

Sebanyak 37 KK atau 124 jiwa dari desa tersebut telah mengungsi ke lokasi pengungsian di Kompi Brimob Desa Ie Jeurneh.

“Air di Lhok Raya mulai surut secara perlahan. Namun masyarakat tetap harus waspada karena perubahan kondisi dapat terjadi sewaktu-waktu,” kata Dicky.

Berbeda dengan dua wilayah tersebut, Desa Padang Harapan masih menghadapi genangan di sepanjang kurang lebih 500 meter ruas jalan, dengan ketinggian air antara 30 hingga 60 sentimeter.

Sebanyak 25 KK atau 120 jiwa tercatat terdampak. Hingga saat ini warga belum melakukan evakuasi karena sebagian rumah memiliki lantai dua dan kondisi masih memungkinkan masyarakat bertahan di tempat masing-masing.

Di tengah situasi tersebut, koordinasi antarpersonel terus diperkuat. Petugas melakukan pemantauan secara berkala sekaligus menyiapkan langkah evakuasi apabila debit air kembali meningkat.

Dicky mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu hingga kondisi semakin membahayakan sebelum mengambil keputusan untuk mengungsi.

“Jangan menunggu air semakin tinggi. Jika kondisi rumah sudah tidak aman atau air kembali naik, segera ikuti arahan petugas dan pindah ke lokasi yang telah disiapkan. Keselamatan masyarakat adalah yang paling utama,” tegasnya.

Hingga Senin, tim PDB Aceh Selatan masih bersiaga di sejumlah titik terdampak. Pemantauan, pendataan, evakuasi serta koordinasi dengan masyarakat terus dilakukan untuk memastikan setiap perkembangan di lapangan dapat segera direspons.

Situasi banjir di Kecamatan Trumon Tengah masih bersifat dinamis. Masyarakat diminta tetap waspada, mengikuti informasi dari Posko Komando Darurat Aceh Selatan dan tidak mengabaikan arahan petugas di lapangan.[]

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *