
ASPIRATIF|ACEH SELATAN – Anggota DPRK Aceh Selatan Fraksi NasDem Novi Rosmita mengapresiasi forum silaturahmi ulama, umara, dan tokoh masyarakat Aceh yang digelar, Jumat (19/6/2026) di Pondok Pesantren Al Wahidul Qahhar, Labuhanhaji.
Forum bertema “Merajut Kembali Semangat Pembangunan Fisik dan Mental untuk Aceh Masa Depan” ini dihadiri ulama, pimpinan dayah, kepala daerah, Forkopimda, akademisi, dan legislatif se-Aceh.
Menurut politisi Partai Nasdem itu, pembangunan daerah perlu dijalankan secara seimbang antara infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, serta pembentukan masyarakat yang berakhlak, berkarakter, dan memiliki ketahanan sosial yang baik.
“Sebagai perwakilan perempuan di DPRK Aceh Selatan, kami terus berperan dalam mendorong pembangunan, terutama yang berkaitan dengan penguatan karakter dan mental masyarakat,”katanya Sabtu (20/6/2026).

Begitupun,Novi menilai keluarga merupakan lingkungan utama dalam proses pembentukan karakter generasi muda.
Sebab itu, penguatan pendidikan dalam keluarga perlu menjadi perhatian bersama, terutama dukungan dari lembaga pendidikan berbasis keagamaan seperti dayah.
Lebih lanjut ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah dalam memberikan pendampingan kepada korban kekerasan, baik perempuan maupun anak, yang tidak hanya mencakup aspek hukum, tetapi juga pendampingan psikologis agar proses pemulihan dapat berjalan dengan baik.
Menurutnya, forum silaturahmi ulama, umara, dan tokoh masyarakat memiliki peran strategis dalam menyatukan gagasan serta memperkuat sinergi dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan daerah yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Dia juga menyampaikan perkembangan sosial di tengah penggunaan teknologi dan media sosial yang semakin luas, yang menurutnya perlu diimbangi dengan penguatan nilai-nilai keluarga dan pendidikan agama agar tidak berdampak pada menurunnya pembinaan karakter generasi muda.
Novi menambahkan, pihaknya juga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kepedulian bersama dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk anak laki-laki, melalui peran aktif keluarga, masyarakat, dan pemerintah sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam perlindungan sosial.[]

Tidak ada komentar