Muktarrudin Usman Targetkan Liaison Officer (LO) SPS di seluruh Aceh Terbentuk

3 menit membaca View : 1
Redaksi
Daerah, News - 03 Agu 2026

ASPIRATIF – Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh, Muktarrudin Usman, menegaskan kepengurusan SPS Aceh periode 2026–2030 akan bergerak cepat memperkuat organisasi dengan membentuk Liaison Officer (LO) di seluruh 23 kabupaten/kota di Aceh.

Hal tersebut disampaikan Muktarrudin saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai langkah awal yang akan dilakukan setelah kembali terpilih sebagai Ketua SPS Aceh untuk periode kedua melalui Musyawarah Daerah (Musda) III SPS Aceh yang berlangsung di Banda Aceh.

Menurut Muktarrudin, pembentukan LO menjadi salah satu program prioritas untuk memperkuat jaringan organisasi sekaligus mendekatkan SPS Aceh dengan perusahaan pers di seluruh daerah.

“Pembentukan LO menjadi prioritas kami agar SPS Aceh semakin dekat dengan anggotanya. LO akan menjadi perpanjangan tangan organisasi dalam membangun komunikasi dengan perusahaan pers, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan di setiap kabupaten dan kota,” ujar Muktarrudin, Senin (3/8/2026),”0

Ia menjelaskan, kehadiran LO di setiap daerah diharapkan mampu mempermudah pendataan perusahaan pers, memperluas keanggotaan, memperkuat koordinasi, serta memastikan seluruh program organisasi dapat dirasakan hingga tingkat kabupaten dan kota.

Selain memperluas jaringan organisasi, SPS Aceh juga akan memfokuskan berbagai program strategis untuk memperkuat industri pers di Aceh.

Program tersebut meliputi penguatan manajemen perusahaan pers, peningkatan kualitas produk jurnalistik, transformasi digital media, penguatan tata kelola usaha pers, pengembangan strategi bisnis media, pemasaran dan monetisasi media, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, hingga penyelenggaraan berbagai kegiatan yang mendukung keberlanjutan industri pers.

“Kami ingin SPS Aceh bukan hanya menjadi organisasi tempat berhimpunnya perusahaan pers, tetapi juga menjadi pusat pengembangan kapasitas, inovasi, dan kolaborasi sehingga perusahaan pers di Aceh semakin profesional, mandiri, dan berdaya saing,” katanya.

Muktarrudin menambahkan, LO akan dipilih dari kalangan pimpinan perusahaan pers maupun tokoh media di daerah yang memiliki integritas, memahami kondisi wilayah, serta memiliki komitmen untuk membesarkan organisasi.

Ia optimistis langkah tersebut akan memperkuat konsolidasi internal sekaligus meningkatkan peran SPS Aceh sebagai organisasi perusahaan pers yang mampu menjawab tantangan industri media yang terus berkembang.

SPS merupakan organisasi perusahaan pers tertua di Indonesia yang berdiri pada 8 Juni 1946 di Surakarta, Jawa Tengah, dengan nama Serikat Penerbit Suratkabar.

Seiring perkembangan industri media, organisasi tersebut kemudian berubah menjadi Serikat Perusahaan Pers (SPS) dan kini memiliki kepengurusan di hampir seluruh provinsi sebagai mitra strategis pemerintah dan Dewan Pers dalam memperkuat industri pers nasional.

Di Aceh, SPS terus berkembang sebagai wadah perusahaan pers yang aktif. Pada periode kepemimpinan Muktarrudin Usman 2022–2026, jumlah anggota meningkat signifikan, berbagai program nasional berhasil diselenggarakan di Aceh, serta SPS Aceh meraih predikat SPS Provinsi Terbaik selama dua tahun berturut-turut.

Berbekal capaian tersebut, Muktarrudin optimistis SPS Aceh akan semakin solid dan mampu memperkuat perusahaan pers menuju industri media yang profesional, sehat, independen, dan berkelanjutan.[]

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *