
ASPIRATIF.ID – Aceh Selatan merupakan salah satu kabupaten di Aceh dengan sumber daya dan kearifan lokal yang sangat kaya dan beragam. Hal ini belum sepenuhnya tergarap nilai keekonomiannya dengan baik.Sehingga keberadaannya masih pasif dan belum mampu mendorong kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakatnya.
Sumber daya lokal meliputi sumber daya alam dan budaya yang dimiliki oleh suatu daerah, yang apabila dimanfaatkan dengan baik dapat mendorong peningkatan ekonomi dan kesejahteraannya.

Hal ini disampaikan Akademisi Universitas Syiah Kuala, Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc dalam kegiatan Pelatihan Kreatifitas Berbasis Sumber Daya Lokal Anyaman Eceng Gondok di Kecamatan Kluet Selatan, Kabupaten Aceh Selatan (29/10/2025).
Lebih lanjut Dr. Yasar mencontohkan sumber daya alam di Aceh Selatan khususnya Kluet Selatan seperti bambu, rotan, purun (ngom), pandan, bemban (bili), nipah, batu alam (marmer), hingga eceng gondok.
Begitupun, dari segi budaya ada tari landok sampot, kuliner rabee, tradisi tani keujruen blang, hingga motif situnjong. Itu semua sangat berpotensi apabila dikembangkan dengan serius untuk dapat menciptakan klaster ekonomi baru.
“Diantara sumber daya alam tersebut salah satunya kita coba angkat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Badan Koordinasi Antar Gampong (BKAG) Kluet Selatan hari ini yaitu Eceng Gondok,” kata putra kelahiran Kluet Utara tersebut.
“Tumbuhan ini bagi kebanyakan masyarakat kita masih memandangnya sebagai tumbuhan gulma air, yang mengganggu ekosistem perairan ikan, serta menjadi sarang nyamuk,” lanjutnya.
Namun hal ini berbeda dengan apa yang dilakukan oleh komunitas UMKM Pengrajin Anyaman Eceng Gondok EG Craft dari Desa Kubu Kecamatan Arongan Lambalek Kabupaten Aceh Barat.
Masyarakat kreatif ini berhasil menyulap tumbuhan tak berguna ini menjadi cuan, ungkap Ketua MPW ICMI Aceh itu.
“Oleh sebab itu, kita coba melakukan lesson learn atas keberhasilan mereka sekaligus berkolaborasi dalam mengembangkan industri kerajinan potensial ini,” ujarnya.
“Dulu tahun 2021 kita sempat berencana mengembangkan produk ini yang berawal dari keluhan masyarakat di Desa Kuala Ba’u, Kluet Utara. Namun sayangnya sebelum sempat potensi alam ini kita kelola, sudah duluan hanyut dibawa banjir” sebut Dr.Yasar.
Yasar menerangkan, eceng gondok ini memiliki prospek pasar yang cerah, buktinya saat ini EG Craft terus berkembang dan selalu kekurangan bahan baku. Kita berpeluang bermitra dengan mereka dalam memanfaatkan potensi yang masih terbaikan ini.
Selain menjadi bahan kerajinan anyaman, menurut Dosen Teknik Pertanian USK itu, eceng gondok juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai penggunaan lain seperti kompos dan biogas, bahan baku pembuatan kertas dan tekstil, pakan ternak, hingga bioplastik.
Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan BKAG Kluet Selatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Aceh Selatan, Hj. Agustinur, SH mewakili Bupati Aceh Selatan dan turut dihadiri Muspika Kluet Selatan serta para Keuchik se-kecamatan Kluet Selatan.
Kegiatan ini juga menghadirkan pelatih dari EG Craft yang berasal dari Desa Kubu Kecamatan Arongan Lambalek Kabupaten Aceh Barat yang sudah memiliki pengalaman dalam kerajinan tangan Eceng Gondok.
Dijadwalkan acara pelatihan yang diikuti oleh 85 orang peserta dari 17 desa tersebut akan ditutup langsung oleh Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan, MS dan Ketua TP PKK Aceh Selatan, Ny. Nafisah Mirwan.[Red]
Tidak ada komentar