Aroma Sagu dan Peluh ‘Ngukur’ Kelapa: Kemeriahan Hari Pertama HUT ke-81 RI di SMKN 1 Kluet Selatan

3 menit membaca View : 21
Redaksi
Daerah, News - 14 Agu 2026

ASPIRATIF – Suasana halaman sekolah SMK Negeri 1 Kluet Selatan mendadak riuh dan dipenuhi gelak tawa pada hari pertama perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Beda dari biasanya, suasana kaku antara guru dan murid mencair seketika di atas panggung kompetisi tradisional yang menguji ketangkasan, nostalgia, sekaligus daya tahan otot lengan: lomba memarut kelapa secara tradisional dan memasak lempeng sagu.

Ajang adu gengsi yang melibatkan seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) serta perwakilan siswa ini berhasil menyedot perhatian dan menjadi hiburan segar bagi warga sekolah.

Aksi ‘Ngukur’ Kelapa: Dari Laptop Kembali ke Alat Kayu Tradisional

Riuh tepuk tangan pecah saat lomba memarut kelapa (ngukur kelapa) menggunakan kukur alat parut kayu tradisional bertanduk besi dimulai.

Para guru yang sehari-hari luwes memegang spidol, laptop, atau peralatan laboratorium, mendadak harus adu cepat menaklukkan separuh tempurung kelapa di atas bangku parut kayu.

Pemandangan ini tak ayal memancing gelak tawa dari para siswa yang bersorak memberi dukungan. Tak sedikit guru yang terpaksa ‘menyapu’ keringat di dahi karena ritme memarut yang menguras tenaga, sementara para siswa berupaya keras mengimbangi kecepatan para GTK yang lebih berpengalaman.

“Ternyata jauh lebih menguras keringat memarut kelapa pakai alat tradisional ini dibanding menyusun modul ajar! Tapi serunya luar biasa, kita jadi ingat perjuangan orang tua zaman dulu,” ujar salah seorang guru peserta lomba sambil tertawa di sela-sela kompetisi.

Lempeng Sagu: Menyulut Aroma Kemerdekaan dan Pelestarian Kuliner Lokal

Tak kalah seru, arena sebelah riuh oleh kepulan asap halus dan aroma khas yang menggugah selera. Lomba memasak lempeng sagu kuliner khas berbahan dasar sagu dan kelapa parut menjadi ajang pembuktian kreativitas cita rasa lokal.

Kombinasi antara kelihaian para GTK dan ide-ide segar dari para siswa menghasilkan lempeng sagu dengan tekstur renyah di luar namun lembut di dalam.

Tim juri dibuat cukup kewalahan menentukan pemenang, mengingat cita rasa dan teknik pembakaran lempeng sagu tradisional yang disajikan hampir seluruhnya mendekati sempurna.

Merawat Warisan Budaya dan Menjalin Kebersamaan

Pihak sekolah menegaskan bahwa pemilihan dua cabang lomba tradisional di hari pertama ini sengaja dirancang bukan sekadar untuk mencari pemenang.

Lebih dari itu, ada pesan edukasi budaya yang ingin disampaikan di tengah derasnya arus modernisasi.

Melalui kegiatan ini, SMKN 1 Kluet Selatan membuktikan bahwa perayaan kemerdekaan ke-81 RI tidak hanya soal seremonial, tetapi juga tentang mempererat ikatan kekeluargaan antara pendidik dan peserta didik, sembari menjaga kearifan lokal agar tak tergerus zaman.

Rangkaian semarak Kemerdekaan ke-81 RI di SMKN 1 Kluet Selatan dipastikan masih akan berlanjut dengan berbagai lomba menarik lainnya pada hari-hari berikutny.

Namun yang pasti, kesan manis dari renyahnya lempeng sagu dan riuhnya ajang parut kelapa tradisional telah sukses membuka pesta kemerdekaan tahun ini dengan penuh kenangan.[]

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *