Badan Geologi Ungkap Potensi Bahaya Fenomena Blue Fire Papandayan

2 menit membaca View : 9
Redaksi
Nasional, News - 27 Sep 2026

ASPIRATIF – Badan Geologi mengingatkan bahaya di balik fenomena blue fire atau nyala api biru yang muncul di Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Kepala Badan Geologi Lana Saria menyebut blue fire dipicu oleh pelepasan panas vulkanik yang sangat tinggi, hingga mampu membakar material di permukaan. Salah satu potensi bahaya di balik blue fire adalah semburan gas vulkanik beracun.

“Potensi bahaya yang dapat terjadi dengan kemunculan sinar api/blue-fire ini adalah semburan dan paparan gas vulkanik beracun/di atas ambang batas,” ujar Kepala Badan Geologi, Lana Saria, Minggu (27/9).

Badan Geologi mengeluarkan rekomendasi, salah satunya meminta masyarakat tidak beraktivitas dan menginap dalam kawasan bukaan kawah aktif yang ada di dalam
kompleks Gunung Papandayan.

Daerah-daerah yang dilarang antara lain Kawah Baru, Kawah Emas, Kawah Nangklak, Kawah Manuk/Balagadam, terutama dalam radius 500 meter, serta ketika cuaca mendung dan hujan.

Kemudian masyarakat juga diminta untuk mewaspadai gas beracun yang konsentrasinya dapat meningkat secara tiba-tiba.

“Mewaspadai terjadinya letusan yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas. Dan mewaspadai potensi longsor di dinding kawah kompleks Gunung Papandayan,” ucapnya.

Berdasarkan pantauan, hingga Sabtu (26/9), sinar api di Kawah Manuk sudah tidak lagi terlihat. Namun, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan bahwa pemantauan intensif selama 24 jam akan terus dilakukan.

“Tingkat aktivitas Gunung Papandayan akan dievaluasi secara berkala maupun jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan,” katanya.[]

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *