
ASPIRATIF – Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Azahra yang berlokasi di Gampong Pasie Lembang, Kecamatan Kluet Selatan, Kabupaten Aceh Selatan, para gurunya mengiikuti peatihan Pembelajaran Mendalam (PM).
Kegiatan yang diikuti semua guru SLB Azzahra berlangsung selama empat hari, sejak 20-23 Oktober 2026 langsung dibuka oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdisdik) Wilayah Kabupaten Aceh Selatan, Anndawi SPd MM didampingi Kepala SMA Negeri 1 Kluet Utara, Sunaryadi MPd. Selasa (20/10).
Kacabdisdik Wilayah Kabupaten Aceh Selatan, Annadwi kepada media ini, Rabu (21/10) mengatakan, pelatihan Pembelajaran Mendalam (PM) atau Deep Learning ia memberikan apresiasi kepada guru di sini yang melakukan telah penekanan pada prinsip belajar yang bermakna, penuh kesadaran, dan menggembirakan, serta dorongan agar pendidik menjadi agen perubahan abad ke-21.
Dijelaskannya, Pembelajaran Mendalam adalah pendekatan pendidikan yang menekankan pemahaman konsep secara utuh, bukan sekadar menghafal.

“Pendekatan ini berpusat pada tiga prinsip utama: berkesadaran (sadar tujuan belajar), bermakna (relevan dengan kehidupan nyata), dan menggembirakan (suasana positif) melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga,” ujar Annadwi.
Lebih lanjut, Kacabdisdisdik menyebutkan, proses belajar dalam pendekatan ini dirancang melalui tiga fase utama yaitu, memahami. peserta didik menangkap konsep inti dan teori dari materi.
“Mengaplikasi: peserta didik menggunakan pengetahuan tersebut untuk memecahkan masalah di dunia nyata, dan merefleksi peserta didik : menilai kembali proses belajar dan mengaitkannya dengan konteks yang lebih luas,” ungkapnya.
Annadwi menuturkan, ada empat kerangka dalam Pembelajaran Mendalam untuk mewujudkan pendekatan ini di kelas, guru menggunakan empat komponen utama yakni, Praktik Pedagogis adalah metode mengajar yang mendorong inkuiri dan pemecahan masalah.
Kemudian, Kemitraan Pembelajaran yaitu, kerja sama antara guru, siswa, orang tua, dan komunitas. Selanjutnya, Lingkungan Pembelajaran yakni, suasana fisik dan digital yang aman serta inklusif.
“Terakhir, Pemanfaatan Digital yaitu, penggunaan teknologi sebagai alat bantu interaktif,” imbuh Annadwi.
Ia mengharapkan, setelah mengikuti pelatihan ini, ada perubahan peran guru menjadi fasilitator, peningkatan pemahaman konsep dan berpikir kritis siswa (bukan sekadar hafalan), serta kemampuan mengimplementasikan praktik baik dan berbagi ilmu dengan rekan sejawat di sekolah.
Kepala SLB Azzahra, Afriyani SPd menyampaikan, dalam pelatihan Pembelajaran Mendalam ini menekankan pentingnya peran pemimpin sekolah untuk mengubah pola pikir pendidik
Kemudian, menerapkan prinsip mindful, meaningful, joyful, serta membimbing murid berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif.
Afriyani mengucapkan, apresiasi dan terima kasih kepada Kacabdisdik Wilayah Kabupaten Aceh.Selatan yang telah berhadir membuka kegiatan pelatihan inu, dan kepada.semua guru SLB Azzahra yang antusias mengikuti pelatihan selama empat hari darimpagi sampai sore.
Kepala sekolah secara khusus memberikan ucapan terima kasih kepada pemateri atau narasumber, Rizal SPd MTSOL Kepala SMA Negeri 1 Trumon Timur yang telah bersedia membimbing guru SLB Azzahra.[]

Tidak ada komentar