
ASPIRATIF – Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK) menggandeng Dekranasda Aceh untuk memperkuat peran perempuan di Gampong Cot Lamee, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat itu berlangsung Rabu (21/10/2026) dengan tema Penguatan Perempuan Berbasis UMKM Gampong.
Kegiatan ini dihadiri Wakil Dekan Bidang Akademik FISIP USK Dr. Masrizal, S.Sos.I.,M.A, Ketua Prodi Sosiologi Khairulyadi, MHSc, dosen-dosen Sosiologi, mahasiswa Sosiologi, dan Keuchik Cot Lamee Rijal Kamal, para ibu warga Cot Lamee mengikuti sesi tersebut sebagai peserta bahkan beberapa para bapak gampong tersebut.
Para ibu di gampong tersebut sebelumnya sudah dilatih membuat kasab, kerajinan khas Aceh, serta payung pengantin dan produk kerajinan lainnya.

Kegiatan kali ini melanjutkan pelatihan itu dengan membekali mereka agar hasil kerajinan dapat dikembangkan menjadi usaha yang punya nilai jual.
Pemateri dari Dekranasda Aceh, Achsani Taqwim, membahas empat hal. Pertama, kemampuan pemasaran bagi perempuan pelaku usaha.
Kedua, manajemen bisnis agar usaha dikelola tertib dan berkelanjutan. Ketiga, penggunaan media untuk produksi.
Keempat, kemampuan membuat narasi produk, yakni mengemas cerita dan nilai budaya di balik kerajinan agar punya daya tarik di mata pembeli.
Selain keempat materi itu, peserta juga mendapat pembahasan yang bersifat praktis, mulai dari pengemasan produk, cara berjualan, hingga pemanfaatan media sosial untuk menjangkau pembeli yang lebih luas.
Dalam paparannya Achsani Taqwim menjelaskan kesalahan-kesalahan dalam produksi. Katanya dalam produksi kita sering kali lupa menggaji diri sendiri, sehingga diakhir produksi kita tidak mendapat mendapat keuntungan.
” Tujuan tanyoe meukat nyan mita untoeng, koen mita hayeu, watee ta intat kedroe tuwoe ta gaji, menyoe ngoen Maxim na ta bileung, jadi harus ta piker sejauh itu” jelasnya.
Melalui program ini, Ketua Prodi Sosiologi FISIP USK berharap perempuan Gampong Cot Lamee semakin berdaya secara ekonomi dan mampu mengembangkan usaha dari potensi lokal yang mereka miliki.
Acara ini disambut antusias oleh para ibu dan juga semua warga gampong, mereka berhadap suatu hari bisa memasarkan produk sendiri ke pasar lebih luas, sehingga bisa menjadi seumber penghasilan tambahan keluarga dan bisa membawa nama Gampong Cot Lamee dikenal dalam hal UMKM.
Rijal selaku pak Keuchik menyatakan harapannya agar pelatihan ini dapat berguna untuk penguatan ibu-ibu dalam memulai usaha agar bisa berdaya.[]

Tidak ada komentar