Sosiolog FISIP USK Meneliti Pandangan Masyarakat Terhadap Risiko dan Dampak Lingkungan pada Komunitas Pedesaan Terdampak Pertambangan di Aceh Barat

3 menit membaca View : 13
Redaksi
Daerah, News - 26 Sep 2026

ASPIRATIF – Peneliti bidang Sosiologi pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK) melakukan penelitian mengenai pandangan masyarakat terhadap risiko dan dampak lingkungan yang dirasakan oleh komunitas pedesaan terdampak aktivitas pertambangan di Kabupaten Aceh Barat.

Penelitian yang mengangkat tema Risiko dan Dampak Lingkungan: Komunitas Pedesaan Terdampak Pertambangan (RSQ-M) di Aceh Barat ini berfokus pada bagaimana masyarakat memahami, merasakan, dan merespons berbagai perubahan lingkungan dan sosial yang muncul di sekitar wilayah pertambangan.

Penelitian tersebut menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam memahami persoalan lingkungan.

Pengalaman sehari-hari warga menjadi sumber informasi untuk melihat bagaimana risiko lingkungan dipersepsikan, bagaimana dampaknya dirasakan dalam kehidupan sosial dan ekonomi, serta bagaimana masyarakat beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi di lingkungan tempat tinggal mereka.

Dari perspektif sosiologi, risiko lingkungan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik seperti perubahan kualitas air, tanah, udara, maupun bentang alam, tetapi juga dapat berkaitan dengan perubahan hubungan sosial, mata pencaharian, kesehatan dan kenyamanan hidup, serta pola interaksi masyarakat dengan lingkungan.

Melalui pendekatan tersebut, penelitian RSQ-M diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai pengalaman masyarakat pedesaan yang berada di sekitar kawasan pertambangan di Aceh Barat.

Data dan informasi yang diperoleh juga dapat menjadi bahan akademik untuk memahami hubungan antara aktivitas ekonomi, perubahan lingkungan, dan dinamika kehidupan masyarakat lokal.

Penelitian ini juga diharapkan dapat memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menyediakan kajian berbasis data mengenai persoalan lingkungan dan sosial di Aceh.

Hasil penelitian nantinya dapat menjadi bahan pertimbangan bagi berbagai pihak dalam merumuskan kebijakan dan program yang memperhatikan kondisi serta pengalaman masyarakat di wilayah terdampak.

Ketua Peneliti Sosiologi FISIP USK, Khairulyadi, MHSc didampingi Anggota Peneliti Dr. Masrizal, M.A, Dan Bukhari, MHSc, menegaskan pentingnya melihat persoalan pertambangan tidak hanya dari aspek ekonomi, tetapi juga dari perspektif sosial dan lingkungan.

Pemahaman terhadap pandangan dan pengalaman masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun pengelolaan lingkungan yang memperhatikan kondisi masyarakat setempat.

Ia menambahkan untuk data kuantitatif kuisioner dibagi untuk 400 responden yang tersebar dalam wilayah sekitar pertambangan dan selebihnya penggalian data kualitatif dengan melakukan wawacara langsung dengan beberapa infoman.

Para enumerator dibekali pengetahuan tentang RSQ-M, beberapa dari mereka adalah mahasiswa UTU (Universitas Teuku Umar).

Sebagai pernyataan penutup, Wakil Dekan KAK (Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan) FISIP USK, juga sebagai anggota peneilti, Dr. Masrizal, S.Sos.I,M.A menyampaikan bahwa melalui penelitian RSQ-M, FISIP USK terus mendorong pengembangan kajian sosial yang mampu merekam dinamika masyarakat Aceh sekaligus memberikan kontribusi ilmiah terhadap isu-isu strategis, termasuk pengelolaan lingkungan dan keberlanjutan kehidupan komunitas pedesaan.[]

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *