
ASPIRATIF – Rangkaian International Workshop DAAD 2026 yang digelar Pusat Riset Inovasi dan Teknologi Pakan (PR-ITP) Universitas Syiah Kuala (USK) berlanjut di Kota Sabang, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan dikemas dalam International Community Service melalui field trip dengan tema “Development of Cocoa Processing Innovations Through the Utilization of Local Marine Resources in the Coklat Sabang (Cokbang) Agro-Industry.”
Kegiatan ini menjadi lanjutan workshop yang berlangsung di Banda Aceh, Rabu (12/8/2026). Jika workshop menjadi ruang bertukar gagasan, agenda di Sabang membawa gagasan tersebut lebih dekat dengan masyarakat dan potensi daerah.
Peserta diajak melihat langsung pengembangan agroindustri kakao, khususnya inovasi pengolahan Coklat Sabang (Cokbang) melalui pemanfaatan sumber daya lokal.

Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat.
Ketua PR-ITP USK, Prof. Dr. Ir. Samadi, M.Sc., IPU, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk memastikan kolaborasi internasional tidak berhenti pada diskusi akademik.
“Kami ingin membawa semangat kolaborasi internasional ini lebih dekat dengan masyarakat. Potensi lokal, baik pertanian maupun kelautan, perlu dikembangkan melalui inovasi dan teknologi agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Samadi.
Menurutnya, pertemuan akademisi, praktisi, masyarakat dan mitra internasional di Sabang diharapkan melahirkan gagasan yang dapat ditindaklanjuti dalam bentuk riset maupun kerja sama pengembangan agroindustri.
“Harapannya bukan sekadar kunjungan. Ada pengetahuan yang dibawa pulang, ada gagasan yang bisa dikembangkan, dan ada kerja sama yang dapat dilanjutkan,” ujar mantan Dekan FP USK itu.
Samadi menambahkan, Sabang dipilih karena memiliki kekayaan sumber daya pertanian, kelautan dan biodiversitas yang dapat menjadi modal pengembangan ekonomi lokal.
Melalui kegiatan ini, peserta juga melihat bagaimana potensi tersebut dapat dipadukan dengan inovasi untuk menghasilkan produk bernilai tambah.
Kegiatan tersebut sekaligus mempertegas peran perguruan tinggi dalam menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat.
Bagi PR-ITP USK, inovasi pertanian berkelanjutan bukan hanya soal teknologi dan produksi, tetapi juga tentang bagaimana sumber daya lokal memberi manfaat ekonomi tanpa mengabaikan keberlanjutan lingkungan.[]

Tidak ada komentar