Ketua DPRK Aceh Selatan : Peresmian SPBUN Bukti Perhatian Pemerintah Pusat Terhadap Nelayan

Redaksi
28 Apr 2026 23:00
News Parlemen 0 13
2 menit membaca

ASPIRATIF.ID

– Ketua DPRK Aceh Selatan, Rema Mishul Azwa, mengapresiasi peresmian Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Nelayan Koperasi KNTI di Kecamatan Bakongan Timur yang dilakukan oleh Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono bersama Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Didit Herdiawan Ashaf beserta Bupati Aceh Selatan H. Mirwan MS, Selasa (28/4/2026).

Politisi Partai Nanggroe Aceh (PNA) itu menilai kehadiran pemerintah pusat melalui Menteri Koperasi dan Wamen KKP merupakan bentuk perhatian nyata terhadap penguatan sektor kelautan dan perikanan di daerah.

“Ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk nyata kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan nelayan, khususnya terkait akses bahan bakar,” ujar Rema Mishul Azwa.

Menurutnya, keberadaan SPBU nelayan akan memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi biaya operasional nelayan, sehingga berpotensi meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Selama ini persoalan BBM menjadi salah satu kendala utama bagi nelayan. Dengan adanya SPBU nelayan, biaya melaut bisa ditekan dan hasil tangkapan diharapkan semakin meningkat,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan di bawah kepemimpinan Bupati H. Mirwan MS yang dinilai mampu menghadirkan program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penting dalam mendorong percepatan pembangunan sektor ekonomi berbasis kelautan.

Selain itu, Rema menegaskan bahwa DPRK Aceh Selatan akan terus mengawal berbagai program yang berdampak langsung bagi masyarakat, termasuk penguatan koperasi dan sektor perikanan.

“DPRK siap mendukung sekaligus mengawasi agar program ini berjalan optimal dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh nelayan,” tegasnya.

Ia berharap ke depan pembangunan tidak hanya berhenti pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga diikuti dengan penguatan sarana tangkap, akses pasar, serta pembinaan berkelanjutan bagi nelayan.

“Momentum ini harus menjadi awal kebangkitan ekonomi pesisir Aceh Selatan yang lebih kuat dan berkelanjutan,” pungkasnya.[]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga
x
x